Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Oktober 2018 | 21.51 WIB

Titi Qadarsih Berawal dari Dunia Tarik Suara ke Akting dan Teater

Unggahan Indra Qadarsih mengabarkan bahwa ibundanya, Titi Qadarsih tutup usia, pada Senin (22/10). - Image

Unggahan Indra Qadarsih mengabarkan bahwa ibundanya, Titi Qadarsih tutup usia, pada Senin (22/10).

JawaPos.com - Pesohor Titi Qadarsih dikabarkan meninggal dunia di usia 73 tahun pada Senin (22/10). Nama Titi Qadarsih melambung melalui dunia fesyen. Meskipun, dia juga dikenal sebagai penyanyi dan aktris peran.


Perempuan kelahiran Kediri, 22 September 1945 silam itu mengawali karirnya di dunia hiburan dengan bergabung dalam grup penyanyi Salanti Bersaudara pada 1964. Kemudian, kebersamaan dengan Koes Plus membuat nama Titi melambung. Dia dan Chicha Koeswoyo terlibat nostalgia saat membuat klip musik Bis Sekolah.


Selain itu, saat hadir di pemakaman Yon Koeswoyo 9 bulan lalu, Titi Qadarsih juga menceritakan bahwa para personel Koes Bersaudara membuat lagu Telaga Sunyi di salah satu vila miliknya di Bogor, Jawa Barat.


Tak hanya dekat dengan Koes Plis, Titi pun kerap berduet dengan penyanyi Gombloh. Salah satu hit-nya bersama Gombloh adalah Apel dan Tanda Tanya. Namun sayangnya, Titi tak lama bersama dengan Salanti Bersaudara pun dunia tarik suara bersama Koes Plus maupun Gombloh.
Titi mulai merambah dunia akting, baik lewat teater dan film.


Sejak 1966, Titi sudah membintangi banyak film, di antaranya Hantjurnya Petualang (1966), Di Balik Thajaja Gemerlapan (1966), Wadjah Seorang Laki-Laki (1971), Wulan di Sarang Penculik (1975), Panggil Namaku Tiga Kali (2005), Rumah Pondok Indah (2006), Terowongan Casablanca (2007), Kembang Perawan (2009), Sang Martir (2012), dan Madre (2013).


Di bidang teater, perempuan yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Sastra Inggris dan Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan di Universitas Indonesia (UI) itu bergabung dengan Teater Populer dan Teater Koma. Dia juga dikenal sebagai pengisi suara (dubber), bahkan sempat mendapat bayaran termahal.


Disamping itu, Titi Qadarsih yang juga gemar melukis, sempat belajar balet membuat putri Mohammad Sardjan, mantan Menteri Pertanian dalam kabinet Wilopo ini pun sempat menjadi guru balet dan koreografer balet. Pada 1978, dia pun mendirikan Studio Club, sebuah studio senam yang dia kelola sendiri. Hingga saat ini, studio ini telah memiliki 30 cabang di berbagai kota di Indonesia.


Prestasi selain di dunia showbiz yang pernah diraih ibunda Indra BIP (yang juga mantan keyboardis Slank) ini salah satunya adalah penerima penghargaan The Lovely Woman dari Komite Kelestarian Hidup. Penghargaan tersebut dia terima karena kegigihannya dalam memelihara Taman Puring, daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Editor: Novianti Setuningsih
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore