JawaPos.com - Pipik Dian Irawati alias Umi Pipik menceritakan musibah bertubi-tubi dialaminya saat berbincang dengan Meisya Siregar di kanal YouTube Alanabi Channel.
Setelah ditinggal mendiang ustaz Jefri Al Buchori tanpa ada persiapan apa pun pada 26 April 2013 silam, satu tahun setelahnya atau pada pertengahan tahun 2014, rumah peninggalan Uje kebakaran hebat hingga tidak menyisakan harta benda sama sekali.
Ajaibnya, Umi Pipik baru terbangun saat rumahnya kebakaran karena bunyi alarm yang sudah diatur sebelum tidur. Setelah terbangun, Umi Pipik dibuat terkejut karena kamarnya dipenuhi dengan asap.
Umi Pipik melihat ke arah pintu, ternyata yang kebakaran berada di sisi ruang tamu. Kamar Umi Pipik kebetulan berada tepat di atas ruang tamu yang terbakar dan api mulai merambat ke kamar anak-anaknya
"Yang terbakar ruang tamu, di atasnya kamar saya. Kayak disangrai, panasnya luar biasa," kata Umi Pipik.
Usai mengetahui rumahnya dilalap si jago merah, Umi Pipik langsung ke kamar anak-anaknya untuk membagunkan mereka.
Setelah Abidzar, sang putra, terbangun, mereka pun langsung mencari tempat untuk keluar dari dalam rumah. Mereka pun melewati kamar rumah Umi Pipik lagi dan langsung menuju ke balkon. Disaat mereka sudah siap untuk meloncat, Abidzar baru sadar bahwa Bilal masih ada di dalam di kamar.
Umi Pipik terpaksa kembali ke kamar untuk membantu mengeluarkan Bilal. Tanpa mengenakan alas kaki, Umi Pipik berjuang antara hidup dan mati demi menyelamatkan keluarganya.
Setelah Bilal berhasil dibawa, dari atas balkon kamar, Umi Pipik, Abidzar, dan lain-lain, kemudian merambat di atas kanopi dan kemudian melompat satu persatu.
Sekalipun harta bendanya habis dilahap si jago merah, Umi Pipik masih bisa bersyukur karena semua anggota keluarganya selamat dalam insiden kebakaran tersebut. Apalagi kejadiannya terjadi pada tengah malam. Teriakan Umi Pipik tidak berhasil membangun para tetangga dengan cepat.
"Kita menyelamatkan diri sendiri. Setelah kita semua berhasil melompat, baru tetangga pada datang," kata Umi Pupik.