
Photo
JawaPos.com - Aurelie Moeremans beradu akting dengan Ardhito Pramono dalam film Story of Kale: When Someone's in Love. Di sana dia berperan sebagai Dinda. Sementara Dito memerankan karakter Kale.
Keduanya adalah pasangan kekasih. Namun dalam perjalanannya, mereka terlibat toxic relationship atau hubungan tak sehat.
Aurelie bercerita, dirinya tidak mengalami kesulitan saat harus membangun chemistry dengan Ardhito Pramono. Adegan romantis yang diperlihatkan keduanya berjalan natural karena sudah mendapatkan chemistry dalam waktu singkat.
"Sangat gampang, seru, nyambung banget sama Ardhito," aku Aurelie Moeremans dalam jumpa pers virtual pada hari ini, Rabu (21/10).
Perempuan kelahiran Belgia, 8 Agustus 1993 ini mengaku sangat terbantu dalam berakting memerankan karakter Dinda. Lewat naskah skenario yang dia baca sudah sangat jelas harus berakting seperti apa. Kualitas aktingnya juga ditunjang oleh sosok Ardhito Pramono.
"Banyak banget adegan yang membutuhkan emosi luar biasa, salah satunya yang ada di trailer. Chemistry-nya juga banyak membantu. Karakter Dinda dan aku banyak kesamaannya juga," aku Aurelie Moeremans.
Senada dengan yang disampaikan Aurelie, Ardhito Pramono mengaku bahwa karakter Kale memiliki kesamaan dengan dirinya. Emosi Kale kurang stabil dan cenderung meledak-ledak. Namun kesaman itu terjadi saat dia masih dalam proses pencarian identitas diri.
"Ada adegan banting lampu. Melakukan adegan itu gue seperti bercermin pada diri sendiri. Banyak kesamaannya dengan Ardhito beberapa tahun lalu saat mencari jati diri menjadi seperti sekarang ini," tutur Ardhito.
Film Story of Kale dibuat Visinema hasil kerja sama dengan Bioskop Online. Karena proses syutingnya dilaksanakan di tengah pandemi, maka selama proses produksi mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Syuting film ini dilaksanakan pada Agustus 2020 lalu.
Film Story of Kale: When Someone's in Love merupakan spin off dari film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) dan mengangkat soal toxic relationship yang kerap terjadi di dalam kehidupan sehari-hari. Bercerita tentang Kale dan Dinda, pasangan yang berusaha memberikan yang terbaik kepda kekasihnya, berupaya membahagiakan, menyembuhkan luka dan berdamai dengan trauma.
Namun sayangnya cinta yang terlalu besar justru membuat dia kehilangan dirinya sendiri. Alhasil, mereka menjadi dua orang asing karena tidak bertemunya kesamaan ekspektasi.
Film ini juga dipermanis dengan 5 soundtrack lagu di dalamnya. Selain tiga lagu yang diciptakan oleh Ardhito berjudul Sudah, I Just Couldn't Save You Tonight, dan I Can't Stop Loving You, masih ada 2 lagu lagi dari Band Arah berjudul Awal dan Akhir serta Tomorrow You'll be Gone.
Selain Ardhito Pramono dan Aurelie Moeremans, film ini juga diperkuat oleh para personel Band Arah yaitu Roy Sungkono, Tanta Ginting, Gilbert Pohan, dan Hanum Aziza.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
