alexametrics

Lelang Proyek Pembangunan Jembatan Penajam-Balikpapan Kembali Ditunda

25 September 2020, 18:44:31 WIB

JawaPos.com–Lelang proyek pembangunan jembatan tol yang menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara dengan Kota Balikpapan kembali ditunda. Salah satu kendala proses lelang jembatan tol penghubung Penajam–Balikpapan itu, yakni pertentangan terkait ketinggian ruang bebas jembatan dari permukaan air laut tertinggi.

Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kabupaten Penajam Paser Utara Nicko Herlambang mengatakan, lelang pembangunan jembatan tol penghubung lewat titik Nipah-Nipah dan Melawai ditunda karena beberapa persoalan. Meski begitu, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara terus mendorong pembangunan jembatan tol penghubung di atas Teluk Balikpapan tersebut terealisasi untuk mendukung pembangunan ekonomi di dua daerah.

Dia menjelaskan, Menteri Perhubungan telah menerbitkan surat Nomor PR002/12/14 PHB 2015 tentang persetujuan ketinggian ruang bebas jembatan dari permukaan air laut tertinggi (clearance). ”Berdasar perhitungan dan telah disetujui Kementerian Perhubungan, ketinggian ruang bebas jembatan 50 meter dari permukaan air laut tertinggi,” ungkap Nicko Herlambang seperti dilansir dari Antara pada Jumat (25/9).

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara berharap dapat dilibatkan dalam setiap pembahasan menyangkut pembangunan jembatan tol tersebut di tingkat pemerintah pusat. Dari informasi yang didapat, kata Nicko Herlambang, pembahasan proyek pembangunan jembatan tol penghubung Penajam–Balikpapan sudah sampai kepada Satgas (satuan tugas) ibu kota negara bidang perhubungan.

Menurut Nicko, PT Waskita Toll Road selaku perwakilan konsorsium pembangunan jembatan tol pengubung sepanjang 11.75 meter dengan lebar 33 meter tersebut, sudah menyiapkan data sekaligus dana untuk merealisasikan pembangunan.

”PT Waskita sebut jembatan tol penghubung itu sudah dibahas satgas ibu kota negara, yang jadi masalah pemerintah kabupaten dan provinsi tidak dilibatkan dalam pembahasan. Pemerintah kabupaten dan provinsi harusnya dilibatkan dalam pembahasan karena persiapan pembangunannya cukup lama dan panjang. Jangan sampai ada informasi yang tidak jelas sumbernya jadi penghambat pembangunan jembatan itu,” papar Nicko Herlambang.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara




Close Ads