alexametrics

Pembebasan Lahan Pembangunan Bendungan Ibu Kota Negara Baru Ditunda

24 April 2020, 12:21:04 WIB

JawaPos.com–Pembebasan lahan lokasi proyek pembangunan bendungan di wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, untuk memenuhi kebutuhan air bersih sebagai persiapan pemindahan ibu kota negara Indonesia ditunda. Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pusat menginstruksikan seluruh kegiatan lapangan ditunda selama pandemi Covid-19.

Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara Nicko Herlambang seperti dilansir dari Antara mengatakan, penundaan kegiatan lapangan tersebut berdampak pada pembebasan lahan lokasi proyek pembangunan Bendungan Sepaku-Semoi. Meski sudah masuk tahap sosialisasi juga ditangguhkan.

Dia menjelaskan, anggaran pembebasan lahan proyek pembangunan Bendungan Sepaku-Semoi di wilayah Kecamatan Sepaku itu telah disiapkan lebih kurang Rp 80 miliar. Anggaran pembebasan lahan utama untuk tubuh bendungan seluas 36 hektare tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN 2020.

”Hasil identifikasi diketahui ada delapan kepala keluarga yang menguasai lahan 36 hektare itu, tapi lantaran ada instruksi BPN Pusat tahapannya sementara ditunda,” ujar Nicko pada Jumat (24/4).

“Kami sudah rapat telekoferensi dengan BPN Kabupaten Penajam Paser Utara dan BPN Provinsi Kalimantan Timur. Memang ada kendala tidak bisa kumpulkan warga lakukan sosialisasi pembebasan lahan saat wabah korona,” terang Nicko.

Menurut Nicko, luas lokasi pembangunan Bendungan Sepaku-Semoi tersebut mencapai sekitar 378 hektare, terdiri dari 36 hektare untuk tubuh bendungan dan luas genangan sekitar 342 hektare. ”Daya tampung Bendungan Sepaku-Semoi yang akan dibangun itu sekitar 11,6 juta meter kubik dengan debit 2.400 liter per detik,” kata Nicko.

Bendungan Sepaku-Semoi di Desa Tengin Baru, Argomulyo dan Desa Sukomulyo di wilayah Kecamatan Sepaku tersebut untuk mencukupi kebutuhan air besih bagi masyarakat di ibu kota negara Indonesia yang baru.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara



Close Ads