alexametrics

Transportasi Publik di Kazakhstan Yang Online Bisa, Yang Nebeng Ada

Laporan Doan Widhiandono dari Kazakhstan
23 Februari 2020, 22:50:28 WIB

BEPERGIAN di dalam kota-kota besar di Kazakhstan menjadi kian mudah berkat hadirnya layanan taksi daring (online). Salah satu operator taksi online itu adalah Yandex, perusahaan multinasional yang berbasis di Rusia. Meski begitu, sistem transportasi ”tradisional” juga masih ada. Yakni: nebeng.

Di Almaty (ibu kota lama) atau Nur-Sultan (ibu kota sejak 1998) masih ada orang yang berdiri di pinggir jalan, lalu mengacungkan jempol pada mobil-mobil yang lewat. Minta tebengan. Nunut alias numpang.

”Kalau ada mobil yang mau, ya tinggal berhenti. Nego-nego sendiri begitu. Mau ke mana, berapa tarifnya,” ungkap Agung Saputra, staf urusan sosial dan budaya KBRI Nur-Sultan.

Gulnur Seisenkulova, warga Kazakhstan yang juga menjadi staf di KBRI, menambahkan bahwa budaya nebeng itu sudah ada sejak lama. ”Sejak era Uni Soviet. Tapi, sekarang tidak banyak lagi orang numpang. Tidak sebanyak dulu. Mereka takut tidak aman,” ungkap Gulnur.

Dari sisi keamanan, sistem nebeng itu jelas kalah dengan taksi daring. Saya beberapa kali mencoba taksi online itu di Almaty. Sebagaimana lazimnya sistem transportasi berbasis aplikasi, semuanya jelas. Mulai nama pengemudi, jenis kendaraan, hingga tarifnya. Tentu tidak perlu lagi memakai negosiasi harga seperti orang nebeng.

Meski mudah, ada satu hal yang membuat pusing saat memakai layanan Yandex di Almaty. Meski fiturnya bisa ditata memakai bahasa Inggris, sebagian nama tempat muncul dalam bahasa Kazakhs dengan huruf Cyrillic. Belum lagi ketika sopirnya –yang juga tak semuanya bisa berbahasa Inggris– menelepon untuk bertanya lokasi. Yang begini ini tentu jadi suka duka dan tantangan tersendiri…


Ayo Ngebus di Nur-Sultan

Beli Kartu Bus

Doan Widhiandono/Jawa Pos

Kartu bus bisa dibeli di beberapa tempat. Yang paling mudah adalah di vending machine pada sejumlah halte. Hampir seluruh halte di Nur-Sultan punya mesin penjualan kartu. Harga awal kartu adalah 400 tenge (sekitar Rp 15 ribu). Setelah itu, kartu bisa langsung di-top up dengan nominal tertentu untuk tarif bus.

Pilih Jalur

Doan Widhiandono/Jawa Pos

Di halte-halte pasti ada peta jalur bus yang akan lewat. Dari situ, Anda tinggal memilih akan naik bus nomor berapa sesuai tujuan. Di sebagian halte juga ada papan informasi jadwal kedatangan bus. Dengan begitu, Anda bisa memperkirakan berapa lama lagi bus Anda akan tiba.

Naik Bus

Doan Widhiandono/Jawa Pos

Begitu bus berhenti di halte, Anda bisa langsung naik. Setelah itu, kartu bus disentuhkan di mesin pembaca di samping sopir. Di tengah jalan, terkadang ada kondektur yang secara random mengecek kartu Anda.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : */c10



Close Ads