Bappenas Ajak PII Bangun Kota Sesuai Identitas Nasional seperti IKN

23 Januari 2023, 19:01:55 WIB

JawaPos.com–Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa ajak Persatuan Insinyur Indonesia (PII) berkontribusi membangun kota-kota sesuai dengan identitas nasional. Itu seperti yang dilakukan dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

”Saya ingin mengajak atau menantang PII untuk menyumbangkan pikiran-pikiran dan gagasan, karena tadi Pak Danis Hidayat (Ketua Umum PII) mengatakan, kota-kota kita ke depan juga bisa mencontoh IKN (Ibu Kota Negara),” ucap Suharso Monoarfa seperti dilansir dari Antara.

Menurut Suharso, capaian pembangunan Indonesia terutama di berbagai kota yang mayoritas dilakukan pihak swasta tak didasari master plan sesuai identitas nasional. Pihaknya akan menyiapkan 40 kota di Indonesia untuk menjadi percontohan dengan supervisi pembangunan yang didukung master plan. Mulai dari kota-kota yang kaya raya seperti Kabupaten Siak di Riau yang memiliki cukup uang, tapi tidak terlihat landmark kotanya.

Dengan menggunakan semua perangkat instrumen digital, tutur dia, bakal sangat cepat untuk merekam rupa muka bumi sehingga mudah merekam jejak-jejak pembangunan kota. Upaya merekam jejak-jejak pembangunan kota bisa dimulai dengan IKN yang dibagi antara area hijau dengan bangunan. Kemudian juga adanya nursery (pembibitan tanaman) yang sesuai dengan vegetasi yang tumbuh di sana.

”Saya menantang PII untuk bekerja sama dengan Bappenas membangun 40 kota. Insinyur Indonesia itu adalah maker, insinyur Indonesia itu bukan trader,” ungkap Suharso.

Sementara itu, Ketua Umum PII sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pembangunan Infrastruktur IKN Danis Hidayat menerangkan, kontribusi insinyur di Indonesia akan menjadi sangat krusial bagi bangsa. ”Negara kita betul-betul membutuhkan dukungan insinyur, dimulai dari bidang teknik kesipilan, mekanikal, elektrikal, lingkungan, perkapalan, kelautan, teknik kimia, teknik energi baru terbarukan, dan disiplin lainnya. Selain itu, kita masing-masing bisa berkiprah di berbagai profesi, baik sebagai developer, pelaku industri, pemerintah, akademisi, maupun periset,” kata Danis.

Ke depan, menurut dia, tantangan global di bidang teknologi digital, informasi, energi, dan infrastruktur dinilai menuntut insinyur Indonesia meningkatkan profesionalisme.

”Kita di PII juga telah bertransformasi menjadi otoritas keinsinyuran melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014, dan PII telah menjadi bagian dari International Engineering Alliance sejak 2003. Artinya, PII akan terus memberikan dukungan besar bagi insinyur di Indonesia untuk mendapatkan global recognition,” ujar Danis.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads