alexametrics

Bima Arya Minta Pengusaha Antisipasi Perpindahan Ibu Kota Negara

22 November 2021, 10:40:41 WIB

JawaPos.com–Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto minta pengusaha mengantisipasi gerak para perencana kota (urban planner) atas rencana perpindahan ibu kota negara ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Sebab, hal itu memungkinkan bisnis di Kota Bogor perlu beradaptasi.

Menurut Bima, potensi bisnis baru yang bisa dikembangkan mulai bermunculan untuk beradaptasi akibat jauh dari ibu kota negara ke depan telah didukung perkembangan transportasi umum mulai membaik. Bidang ekonomi yang mungkin tumbuh di kotanya seperti ekonomi kreatif, industri film yang mulai melirik kotanya serta pengembangan kampung tematik Ciharashas di Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Wisata Danau Situ Gede.

Dia berharap HIPMI Kota Bogor bisa melanjutkan kaderisasi dan meningkatkan karakter, bukan hanya menjadi pengusaha andal yang berintegritas tetapi menjadi pemimpin-pemimpin besar pada saatnya nanti. Kota Bogor yang dikenal dengan kota sejuta angkutan kota (angkot) mulai akan bergeser dengan moda transportasi bus berukuran sedang Biskita Trans Pakuan dari program buy the service (BTS) Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan.

Bus tersebut sampai akhir 2021 akan ada 49 bus menggantikan 147 angkot. ”Tahun depan insya Allah ada ratusan bus akan masuk dan dua tahun lagi kalau lancar trem akan mulai groundbreaking di kota Bogor. Itu adalah rencana-rencana besar yang bisa diantisipasi bersama,” ujar Bima Arya.

Menurut Bima, Kota Bogor yang selama ini mendapat pendapatan asli daerah (PAD) terbanyak dari sektor jasa dan pariwisata khususnya fasilitas wisata hotel yang sering digunakan sebagai tempat rapat dan kementerian akan berkurang dan bergeser ke Kalimantan.

Dia menilai pasti telah ada perencana kota yang mendesain kawasan sekitar ibu kota negara baru dengan sejumlah potensi ekonomi. Dengan begitu, Kota Bogor yang selama ini berdekatan Ibu kota Jakarta mengandalkan pemesanan ruang rapat kementerian harus mulai mencari peluang baru.

”Ada ruang terbuka bagi urban planner, industri kreatif, pelaku bisnis dan lain-lain. Jadi, mulai diantisipasi,” papar Bima Arya.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara




Close Ads