Menteri PUPR Ungkap Strategi Pembangunan Mitigasi Banjir Longsor IKN

20 November 2022, 15:24:55 WIB

JawaPos.com–Kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) mengungkapkan strategi pembangunan infrastruktur untuk melakukan mitigasi potensi bencana longsor dan banjir di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

”Untuk menjaga kelestarian lingkungan, beberapa hal yang dilakukan yakni melakukan mitigasi potensi bencana longsor (landslide), antara lain dengan mempertahankan ruang hijau lebih dari 75 persen dari 6.600 hektare luas area kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP), serta memasang sensor monitoring pergerakan tanah,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono seperti dilansir dari Antara.

Kemudian, dia menjelaskan, membangun mengikuti topografi dengan memanfaatkan cekungan untuk embung, merancang jalan dengan kemiringan kurang dari 10 persen, menghindari pembangunan di lokasi dengan kerentanan gerakan tanah tinggi, serta sangat menghindari pengupasan tebing/lereng.

”Kita seminimal mungkin melakukan metode proses pengerjaan tanah cut and fill, kita ikuti topografinya. Kita ingin memanfaatkan topografi daerah tersebut menjadi estetikanya IKN,” terang Basuki.

Sedangkan terkait mitigasi potensi bencana banjir (flood), saat ini, kementerian PUPR sedang menyelesaikan pembangunan Bendungan Sepaku-Semoi dengan progres fisik sekitar 78 persen. Bendungan itu memiliki kapasitas tampungan 10,6 juta meter kubik untuk mengendalikan banjir di kawasan IKN hingga 55 persen.

Selain itu, lanjut dia, akan dibangun juga 19 embung di KIPP sebagai sistem drainase kawasan. Itu sekaligus untuk menciptakan harmoni antara green and blue development (pembangunan hijau dan biru).

”Dalam upaya mitigasi struktural, Kementerian PUPR melaksanakan pembangunan infrastruktur di IKN dengan memperhatikan tiga aspek antara lain menjamin kualitas, menjaga kelestarian lingkungan, dan memperhatikan estetika,” papar Basuki Hadimuljono.

Dia menambahkan, infrastruktur yang dibangun menggunakan inovasi teknologi yang mutakhir untuk memastikan kualitas tinggi dalam aspek kekuatan, keamanan, keselamatan, ketahanan, dan kenyamanan. Termasuk pemanfaatan building information model (BIM) untuk menunjang perubahan desain yang dinamis sesuai kebutuhan lapangan.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads