alexametrics

Bupati PPU Sebut Perbup Jual Beli Lahan untuk Lindungi Masyarakat

18 Desember 2020, 18:38:06 WIB

JawaPos.com–Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas’ud mengatakan, Perbub Nomor 22 Tahun 2019 tentang Pengendalian dan Pengawasan Jual-Beli Tanah yang telah disahkan bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat.

”Setelah Kecamatan Sepaku, PPU, ditetapkan sebagai calon ibu kota negara (IKN) yang baru, kami langsung membuat perda untuk pengendalian jual beli tanah. Sebab, jika dibiarkan akan merugikan masyarakat,” ujar Abdul Gafur seperti dilansir dari Antara di Penajam, Jumat (18/12).

Hal itu dilakukan untuk melindungi masyarakat setempat agar tidak tergiur pihak luar yang ingin membeli tanah dengan harga murah. Sebab, jika tanah sudah terjual sekarang, dia khawatir masyarakat akan menyesal ke depannya.

”Sekarang tanah di PPU, terutama di kecamatan Sepaku yang menjadi ring satu IKN, harganya di kisaran Rp 50 ribu per meter persegi sehingga hal ini akan merugikan masyarakat setempat. Sebab, kelak harganya akan naik drastis,” kata Abdul Gafur.

Jika istana negara sudah berdiri di Sepaku, lanjut dia, harga tanah di Sepaku akan menjadi Rp 500 ribu per meter persegi, bahkan bisa lebih tinggi lagi. Untuk itu dia mengimbau masyarakat setempat bersabar dan tidak buru-buru menjual tanah. Sebab dikhawatirkan kelak menyesal, sehingga perda untuk pengendalian jual beli tanah itu diharapkan mampu mengendalikan penjualan tanah.

Sementara itu, Ketua DPP KNPI Haris Pertama pemuda PPU mengawal agenda pemindahan IKN. Sebab Presiden Joko Widodo telah menetapkan PPU sebagai calon IKN, yakni di Kecamatan Sepaku dan sebagian Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara.

”Kita tunjukkan bahwa PPU layak menjadi IKN. Pemuda PPU harus mengawal ini. Alasan ditetapkannya PPU menjadi calon IKN karena masyarakatnya yang majemuk dan minimnya bencana alam seperti gempa, gunung meletus, dan lainnya. Kita harus dukung ini,” kata Haris.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara


Close Ads