Kementerian PUPR dan Jepang Perkuat Kerja Sama Pembangunan IKN di G20

18 November 2022, 10:14:00 WIB

JawaPos.com–Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperkuat kerja sama pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dengan Jepang. Itu dilakukan dalam pertemuan bilateral yang menjadi bagian KTT G20 di Bali.

”Terima kasih kepada Pemerintah Jepang khususnya MLIT dan JICA yang telah membantu kami dengan mengirimkan beberapa tenaga ahli, terutama untuk supervisi pembangunan infrastruktur IKN yang sedang berlangsung,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono seperti dilansir dari Antara, Jumat (18/11).

Basuki mengungkapkan, Kementerian PUPR sudah memulai pembangunan infrastruktur dasar di IKN sejak awal September. Di antaranya pembangunan jalan tol dan jalan nasional, penyediaan air baku, rumah untuk pekerja konstruksi IKN, serta penyiapan lahan siap bangun (land development).

Terkait dengan pertanyaan kemungkinan partisipasi investor, Basuki menegaskan, sesuai arahan Presiden Jokowi untuk mempercepat pembangunan IKN, investor asing juga dapat terlibat. Misalnya untuk membangun rumah sakit, sekolah, pasar, dan infrastruktur lainnya.

”Diharapkan para pengusaha Jepang bisa ikut berinvestasi dalam pembangunan IKN,” ujar Basuki Hadimuljono.

Wakil Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata (MLIT) Jepang Mizushima mengatakan, Jepang memiliki ketertarikan yang besar terhadap proyek IKN. Berdasar permohonan Menteri MLIT, JICA telah mengajukan surat kepada Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis Sumadilaga untuk melakukan survei di IKN pada akhir November.

”Melalui survei ini, kami ingin bertukar pendapat secara aktif dengan Indonesia terkait pembangunan kota berkelanjutan di IKN,” ujar Wakil Menteri Mizushima.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengapresiasi rencana Korea Selatan untuk ikut berpartisipasi dalam membangun sistem air bersih di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Dia menambahkan, rencana awal konstruksi akan dimulai pada 2024, namun Kementerian PUPR berharap dapat dipercepat proses penyusunan rencana teknis rincinya, sehingga dapat mulai dibangun instalasinya pada 2023.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads