alexametrics

Presiden Gaet Putra Mahkota Abu Dhabi untuk Proyek Ibu Kota Baru

14 Januari 2020, 14:55:13 WIB

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah menyusun komposisi dewan pengarah pembangunan ibu kota negara (IKN) baru. Salah satu sosok yang diminta terlibat adalah Putra Mahkota Abu Dhabi Syekh Mohamed bin Zayed. Tawaran tersebut disampaikan dalam kunjungan Presiden Jokowi ke Uni Emirat Arab (UEA) pada Minggu (12/1).

Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman menyatakan, pemerintah memang ingin melibatkan dunia internasional dalam pemindahan IKN. Bukan hanya dari segi investasi, tapi juga pembangunan kotanya. ”Salah satu yang diinginkan beliau adalah ibu kota baru Indonesia ini merupakan persembahan Indonesia untuk dunia,” ujarnya di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta kemarin (13/1).

Pembangunan IKN baru dengan konsep smart city dan green city yang modern itu, tambah Fadjroel, membutuhkan sumber daya besar. Diperlukan input dari berbagai negara. Selain UEA, yang sudah pasti dilibatkan adalah Korea Selatan (Korsel) dan Jepang. Ketiganya memiliki keunggulan dalam pengembangan kota.

Fadjroel menyebutkan, Jepang unggul dalam teknologi, sedangkan Korsel punya pengalaman merelokasi sebagian kementeriannya dari Seoul ke Sejong yang direncanakan menjadi ibu kota baru. ”Jadi, Pak Jokowi ingin menjadikan ibu kota baru di Kaltim nanti simpul dari semua yang menjadi kelebihan-kelebihan negara di dunia,” ungkapnya.

Zayed, beber Fadjroel, merespons positif permintaan Jokowi. Jabatan definitifnya masih akan dibahas. Komisaris PT Adhi Karya itu juga menegaskan, potensi adanya dewan pengarah dari negara lainnya masih terbuka.

Sementara itu, Jokowi mengundang investor dari seluruh dunia untuk berinvestasi di IKN baru Republik Indonesia. Dia mengungkapkan hal tersebut saat menyampaikan pidato kunci pada forum Abu Dhabi Sustainability Week (ADSW) di Abu Dhabi National Exhibition Center (ADNEC), Abu Dhabi, UEA, kemarin. ”Di ibu kota negara baru, kami mengundang dunia untuk membawa teknologi terbaik, inovasi terbaik, dan kearifan terbaik,” ucapnya.

Jokowi menjelaskan, IKN nanti menjadi kota dengan teknologi mutakhir. Namun, di saat bersamaan, IKN menjadi wadah bagi inovasi dan kreativitas, ramah lingkungan, serta menjadi tempat yang memberikan kebahagiaan.

Sementara itu, kunjungan Jokowi ke UEA membawa oleh-oleh investasi besar. Investasi tersebut terangkum dalam sebelas perjanjian bisnis dengan estimasi total USD 22,89 miliar atau sekitar Rp 314,9 triliun.

Investasi dilakukan di bidang energi, migas, petrokimia, pelabuhan, telekomunikasi, dan riset. Selain perjanjian bisnis, ada perjanjian kerja sama antar pemerintah di bidang keagamaan, pendidikan, pertanian, kesehatan, dan penanggulangan terorisme.

Jokowi mengapresiasi hubungan kerja sama antara Indonesia dan UEA yang terus meningkat. ”UEA akan tetap menjadi salah satu mitra penting kerja sama ekonomi Indonesia, terutama di bidang investasi,” tutur mantan gubernur DKI Jakarta tersebut.

Sementara itu, Zayed mengatakan bahwa hubungan kedua negara masih dapat ditingkatkan. ”Kita dapat memulai era baru hubungan kedua negara yang lebih erat,” ucapnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : far/c9/ayi


Close Ads