alexametrics

Memandang Jagat Raya dari Tenggarong

Laporan BAYU PUTRA dari Kutai Kertanegara
12 April 2020, 21:48:29 WIB

Tumbuh di aliran Sungai Mahakam membuat Kutai Kartanegara memiliki sejumlah tempat wisata khas. Yang utama jelas wisata sungai. Kemudian, museum hingga wisata antariksa. Juga tentu wisata pantai hingga taman margasatwa.

HANYA ada dua daerah di Indonesia yang memiliki wisata pulau di tengah sungai. Yakni, Kutai Kartanegara dan Palembang. Bila Palembang memiliki Pulau Kemaro yang indah di tengah Sungai Musi, Kukar mempunyai Pulau Kumala yang cantik di Sungai Mahakam. Pulau Kumala memiliki ciri khas berupa patung Lembuswana berwarna emas yang menghadap ke selatan.

Ada dua cara untuk menuju pulau seluas 81 hektare itu. Pertama adalah menyeberangi jembatan repo-repo dari sisi barat Sungai Mahakam atau menggunakan perahu dari dermaga yang tidak jauh dari jembatan repo-repo. Mayoritas pengunjung memilih masuk lewat jembatan repo-repo yang berwarna kuning.

Dengan membayar retribusi Rp 7.000 untuk dewasa dan Rp 5.000 untuk anak-anak, pengunjung bisa masuk pulau tersebut. Ditambah lagi, ada persewaan sepeda listrik dengan biaya Rp 50 ribu per jam. Bila enggan berjalan kaki menyusuri pulau, pengunjung juga bisa menyewa sepeda biasa atau tandem.

Salah satu ciri khas pulau tersebut adalah keteduhan. Masuk ke area susur Pulau Kumala ibarat masuk hutan wisata. Jalanan berpaving yang di kanan-kirinya tumbuh pepohonan lebat. Sejenak kita bisa melupakan panasnya cuaca di Tenggarong, ibu kota Kabupaten Kukar.

TEMPAT TEDUH: Pulau Kumala yang menjadi ikon Kutai Kertanegara. Pulau ini ramai dikunjungi pada akhir pekan. (BAYU PUTRA/JAWA POS)

Bergeser sedikit dari Pulau Kumala, kita menuju Planetarium Jagad Raya. Inilah satu di antara tiga planetarium di Indonesia. Dua lagi berada di Jakarta dan Surabaya. Hanya dengan Rp 10 ribu, kita disuguhi gambaran tentang jagat raya.

Namun, lebih baik pergi berombongan. Karena bila sendirian atau berdua, kita harus menunggu slot 30 orang. Kapasitas ruangannya mencapai 80 orang. ’’Kebanyakan akhir pekan kalau pengunjung umum, kalau rombongan sekolah kadang di hari kerja,’’ terang Happy Indrayani, perwakilan planetarium sekaligus petugas bagian layanan pengunjung di planetarium tersebut.

Mayoritas pengunjung berasal dari luar Tenggarong atau bahkan dari luar Kukar. Bila sedang ramai, dalam sehari bisa sampai lima kali pemutaran film jagat raya dengan kapasitas 400 pengunjung. Kebanyakan adalah siswa sekolah yang datang berombongan bersama gurunya.

Menyaksikan film jagat raya di planetarium berbeda dengan bioskop. Di planetarium, layarnya adalah langit-langit yang melengkung. Kita duduk di kursi dengan sandaran yang bisa direbahkan sekitar 120–140 derajat. Tentu saja, film yang ditayangkan berbeda dengan bioskop.

HIBURAN DAN PELAJARAN: Suasana menjelang pemutaran film 3 dimensi tentang alam semesta di Planetarium Jagad Raya Tenggarong. (BAYU PUTRA/JAWA POS)

Planetarium tersebut memutar tiga film 3D. Pertama adalah antariksa dan kehidupan laut. Kemudian, perkembangan teleskop dari masa ke masa. Juga perkembangan era dinosaurus sejak kemunculan hingga kepunahannya. Layar kubah membuat efek visualnya begitu terasa. Diiringi narasi yang menjelaskan isi film.

Happy menuturkan, planetarium yang beroperasi sejak April 2003 itu sempat vakum selama enam bulan akibat kerusakan alat. Tidak mudah mendatangkan alatnya. ’’Kami kan harus mendatangkan dari Eropa, terutama Jerman,’’ lanjutnya. Belum lagi kendala utama pengelolaan oleh pemerintah, dalam hal ini dinas pariwisata, adalah minimnya anggaran.

Selebihnya, dari sisi fasilitas, planetarium itu sangat punya prospek. Selain ruang pemutaran film di lantai 2, ada fasilitas teleskop. Hanya, pihak planetarium terkendala teknisi untuk mengoperasikan teleskop tersebut. Di lantai bawah terdapat ruang pamer antariksa dan di halaman parkir ada taman tata surya dengan matahari sebagai pusatnya.

Tidak sampai 100 meter dari planetarium, pengunjung bisa masuk ke Museum Mulawarman. Museum yang didirikan untuk menyimpan benda-benda peninggalan Kerajaan Kutai. Baik Kutai Martadipura maupun Kutai Kartanegara. Salah satunya adalah replika prasasti Yupa yang menandai berdirinya Kerajaan Kutai Martadipura.

Prasati yang dipamerkan memang hanya replika. Sebab, prasasti aslinya disimpan di Museum Nasional di Jakarta. Di museum itu juga dipajang patung kepala gubernur-gubernur Kaltim dari masa ke masa, yang terbuat dari logam. Di samping museum, terdapat kompleks pemakaman raja-raja Kutai beserta keluarganya.

Tiga tempat wisata itu, baik Pulau Kumala, planetarium, maupun Museum Mulawarman, bisa dikunjungi secara maraton dalam sehari karena lokasinya berdekatan. Beberapa lokasi wisata lainnya tersebar. Misalnya, Ladang Budaya Tenggarong, Museum Kayu, hingga yang nun jauh di tenggara seperti Pantai Ambalat. Juga lokasi wisata terdekat dari calon ibu kota negara (IKN), yakni Bukit Bangkirai.

Kukar memang memiliki sejuta pesona. Tinggal dipoles sedikit, daerah tersebut akan mampu mendukung keberadaan IKN. Salah satunya dari sektor pariwisata. Beberapa lokasi wisata menawarkan pengalaman menarik saat dikunjungi. Tinggal keseriusan pemerintah dan pelaku usaha untuk mengembangkannya.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : */c7/dos



Close Ads