alexametrics
Cerita dari Negara yang Memindahkan Ibu Kota

Nur-Sultan Pengenang Jasa Presiden

12 Januari 2020, 19:52:35 WIB

JawaPos.com – Pada 6 Juli 1994, Dewan Tertinggi Republik Kazakhstan menerbitkan resolusi pemindahan ibu kota dari Almaty ke Akmola. Kota kecil di tepi Sungai Isil (Yessil) yang berada di tengah-tengah negeri. Resolusi itu dikuatkan lagi dengan dekrit presiden pada 15 September 1995 tentang pembentukan komisi negara yang bertanggung jawab membangun ibu kota baru. Lalu, pada 20 Oktober 1995, keluar pula dekrit presiden yang menyebutkan Akmola sebagai ibu kota anyar.

Pemindahan resmi ibu kota terjadi pada 10 Desember 1997. Pada 6 Mei 1998, nama Akmola diubah menjadi Astana. Dalam bahasa Kazakhs, astana berarti ibu kota. Kata itu dipilih bukan hanya untuk menghormati etnis Kazakhs, tetapi juga karena mudah diucapkan orang-orang dalam berbagai bahasa.

Astana lantas diperkenalkan secara resmi sebagai ibu kota secara internasional pada 10 Juni 1998. Setelah itu, Astana kembali berganti nama pada 23 Maret 2019. Kota itu berubah nama menjadi Nur-Sultan. Itu dilakukan untuk menghormati presiden yang telah memimpin negeri tersebut selama 28 tahun. Selain itu, nama tersebut menjadi tetenger bahwa ia tak akan pernah berkembang seperti ini kalau mantan Presiden Nursultan Nazarbayev tidak memindahkan pemerintahan dari Almaty.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : */c9/ayi


Close Ads