alexametrics

Sambut IKN, Penajam Paser Utara Gelar Berbagai Pelatihan

9 Oktober 2020, 14:33:51 WIB

JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kaltim, menggelar berbagai pelatihan keterampilan untuk menyambut ibu kota negara (IKN) yang akan pindah mulai 2024. Sehingga warga yang telah dilatih siap terserap di pasar kerja atau menciptakan lapangan kerja.

”Pelatihan yang dilakukan ini dampaknya akan terkait langsung maupun tidak langsung dalam rencana pemindahan IKN,” ujar Pendamping Teknis Program Pembangunan Pemberdayaan Kelurahan dan Perdesaan Mandiri (P2KPM) PPU Zamzam Mubarak seperti dilansir dari Antara di Penajam, Jumat (9/10).

Pendamping yang tergabung dalam Program P2KPM, lanjut dia, hingga kini terus melakukan pendampingan dalam berbagai pelatihan tersebut. Seperti pelatihan pengelasan, bubut, perbengkelan, menjahit, budidaya lebah madu, peternakan, dan lainnya. Kaitannya dengan IKN di berbagai jenis pelatihan ini antara lain, untuk pelatihan perbengkelan dikerjasamakan dengan BLK.

”Jadi, seiring dengan tingginya penduduk yang pindah ke PPU, kebutuhan jasa perbengkelan pasti akan meningkat karena kendaraan bermotor juga pasti mengalami penambahan signifikan,” terang Zamzam.

Selain itu, pelatihan lebah madu, dalam waktu dekat juga dilakukan tutor kompeten di bidangnya. Dengan begitu, akan semakin banyak warga PPU yang terampil membudidayakan lebah madu dan memproduksi madu sendiri.

Menurut Zamzam, dengan bertambahnya penduduk yang pindah ke IKN baru sekitar 1,5 juta jiwa, kebutuhan konsumsi vitamin, imunitas, maupun untuk vitalitas tubuh tentu akan meningkat, sehingga produksi madu merupakan salah satu jawabannya. ”Begitu pula terhadap pelatihan pertanian dan peternakan yang bertujuan untuk meningkatkan produksi sekaligus produktivitasnya, semua ini karena terkait dengan banyaknya orang yang akan pindah ke PPU dan sekitarnya, karena setiap manusia pasti akan mengonsumsi produk pertanian hingga produk hilirnya,” ucap Zamzam.

Dia menjelaskan, Pemkab PPU tahun ini mengalokasikan bantuan keuangan khusus (Bankeu Khusus) senilai Rp 6 miliar bagi 30 desa. Masing-masing desa memperoleh alokasi senilai Rp 200 juta.

”Bankeu Khusus sebesar Rp 200 juta itulah yang saat ini digunakan untuk menggelar pelatihan sesuai dengan hasil musyawarah masyarakat desa. Berdasar hasil musyawarah tersebut akhirnya muncul 82 pelatihan dari 30 desa. Satu desa ada yang hanya satu pelatihan, ada juga desa yang menggelar hingga empat pelatihan,” kata Zamzam.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara




Close Ads