alexametrics

Kementerian PUPR Sebut Ibu Kota Baru Akan Kedepankan Lima Transformasi

8 November 2021, 18:51:00 WIB

JawaPos.com–Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Satgas Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Negara (IKN) mengungkapkan, ibu kota baru akan mengedepankan lima transformasi.

Ketua Satgas Perencanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Kementerian PUPR Imam S. Ernawi menjelaskan, lima transformasi yang akan didorong itu yakni ibu kota baru akan mengedepankan transformasi cara bekerja, berbangsa dan berbudaya, bermobilisasi, bermukim, dan melestarikan lingkungan.

Dia menjelaskan, dalam hal transformasi bermukim, ibu kota baru itu betul-betul harus inklusif, semua komunitas ada di sana, berbasis TOD (transit oriented development). ”Kemudian hunian campuran diperbanyak ruang-ruang kolaborasi, masyarakat bisa beraktivitas di lingkungan yang sehat,” kata Imam seperti dilansir dari Antara pada Senin (8/11).

Menurut dia, untuk transformasi bekerja, antara lain kompleks pemerintahan yang terkonsolidasi, terinterkoneksi antar bangunan, ruang kolaborasi dengan bisnis, lingkungan kerja yang sehat dan people oriented serta high performance green office district.

”Transformasi bermobilisasi di mana 80 persen transit kendaraan publik, terwujudnya iklim kondusif bagi pejalan kaki serta mengadaptasi smart transport dan sistem autonomous,” terang Imam.

Terkait transformasi berbangsa dan berbudaya, lanjut dia, antara lain ruang representasi budaya nusantara di panggung nasional, ruang simbol kemajuan bangsa sebagai showcase kepada dunia, ruang perayaan kesatuan dalam keberagaman, serta ruang publik dan sarana edukasi sejarah nasional.

Selain itu, untuk transformasi melestarikan lingkungan, misalnya meningkatkan kekayaan dan keberagaman biota alami, menciptakan taman botanical dan international center for tropical forestry, interaksi antara nilai-nilai lingkungan dan nilai-nilai luhur Pancasila, Mangrove Ecopark ditambah kompleks bangunan peribadatan, pasar, museum dan monumen persatuan.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara




Close Ads