alexametrics

Wetland di Putrajaya Pakai Penyaringan Alam, Aman untuk Renang

Laporan SITI AISYAH dari Malaysia
8 Maret 2020, 20:45:24 WIB

MATAHARI bersinar kemerahan dan mulai tenggelam di sisi barat danau Putrajaya. Pantulan sinarnya membentuk siluet indah di atas air. Di pinggiran danau itu beberapa keluarga bermain di taman. Sepasang kekasih duduk di bangku sambil berpegangan tangan. Romantis.

Jika dilihat dari atas, Presint (semacam distrik) 2, 3, dan 4 seperti pulau yang mengapung di atas tasik. Danau kecil itu juga memberikan efek mengapung untuk beberapa bangunan di Putrajaya. Misalnya, Masjid Putra.

Bagian Komunikasi Korporat Perbadanan Putrajaya Mohd Fairus bin Mohd Padzil menjelaskan bahwa dulu ada dua anak sungai kecil yang mengalir di wilayah tersebut. Yaitu, Sungai Bisa dan Sungai Chua.

Saat itu Putrajaya masih bernama Prang Besar dan milik Selangor. Setelah tanah tersebut dibeli pemerintah, dua sungai tersebut diubah. Kontraktor membuat aliran sungai baru yang mengelilingi Presint 2–4 dan melintasi presint sisanya. Hampir semua presint memiliki area yang berbatasan dengan tasik. Kedalaman tasik ini 2–14 meter. Pembuatannya dilakukan pada 1998 dan selesai 2002.

Air di tasik itu memiliki tiga fungsi utama. Yaitu, cooling system atau pendinginan area di sekitarnya, tabungan air jika suatu saat terjadi krisis air, serta yang terakhir adalah area rekreasi dan water sport.

Air yang mengalir ke tasik tak lagi sama. Itu bukan air sungai yang langsung dialirkan. Aliran Sungai Bisa dan Chua itu ditampung dulu di sebuah dam dan dialirkan ke wetland di Presint 13.

”Perdana menteri (PM) kala itu (Mahathir Mohamad, Red) ingin agar kualitas air di tasik masuk golongan 2B,” terang Fairus.

Maksud kualitas 2B itu adalah air yang berada di danau aman bagi manusia. Jadi, saat masuk ke tasik untuk berenang, orang tidak akan merasa gatal-gatal. Tapi, tentu saja tidak ada orang yang berenang di danau tersebut. Air tasik juga bisa langsung disuling untuk air minum.

Namun, Mahathir kala itu tak mau ada penggunaan obat kimia. Penyaringan akhirnya dilakukan secara alami di wetland yang berada di sisi utara. Di area tersebut ada 27 penapis air alami. Itu belum termasuk ribuan varietas tumbuhan yang juga ikut dalam proses penyaringan.

Jika air sudah bersih, baru dialirkan ke tasik. Ada titik-titik tertentu untuk pemeriksaan kualitas air. Jika ada tanaman yang bisa tumbuh di atas air, bisa diketahui bahwa kualitas air sudah menurun. Pemeriksaan di wetland akan dilakukan untuk mengembalikan kandungan air seperti sediakala.

Karena kualitas air yang bersih, banyak binatang yang hidup di tasik. Biawak yang berjalan santai di tepian tasik sudah biasa terlihat. Di sekeliling tasik ada waterfront sepanjang 38 kilometer. Di waterfront itulah terdapat taman bermain, bangku untuk bersantai, dan jalan untuk orang berolahraga.

REFLEKSI PENCAKAR LANGIT: Gedung megah di tepi danau Putrajaya memantulkan cahaya. (SITI AISYAH/JAWA POS)

Di sepanjang waterfront ada papan reklame dengan petunjuk yang menggelitik. Misalnya, tulisan bahwa Anda sudah berjalan sekian kilometer dan setara dengan membakar kalori seukuran paha ayam. Jadi bersemangat untuk berolahraga kan.

Wetland bukan sekadar area untuk penyaringan. Dari total 200 hektare luas wetland, 138 hektare di antaranya adalah taman. Wetland Park menjadi habitat bagi banyak flora dan fauna. Di taman itu ada beberapa jenis monyet yang hidup dan kerap berinteraksi dengan pengunjung.

Tasik di Putrajaya bukan berisi air diam yang menggenang. Air tersebut mengalir ke wilayah selatan. Ada satu dam lagi yang dibangun di sana. Posisi tasik juga dibuat jauh lebih rendah daripada bangunan di sekitarnya. Jadi, jika berjalan dari tasik ke bangunan terdekat, rasanya seperti naik bukit. ”Ini ada fungsinya, agar air hujan mengalir ke tasik. Jadi tidak banjir,” tegas Fairus.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : */c10/dos



Close Ads