alexametrics

Yang Baru Melesat, Yang Lama Bertahan

Laporan DOAN W., SITI AISYAH, BAYU PUTRA
7 Juni 2020, 20:06:09 WIB

Pemindahan ibu kota adalah sebuah tonggak sejarah besar. Hal itu tidak semata-mata bergesernya pusat pemerintahan. Ia membawa implikasi besar. Baik bagi kota yang ditinggalkan maupun bagi daerah yang lantas menjadi sentral sebuah negara. Ibu kota baru pasti akan melesat sebagai ikon anyar. Sedangkan ibu kota lama tetap harus bertahan dengan segala potensinya.

 

Kota Baru yang Sangat Sehat

TEMPAT BELANJA: Warna Biru Moskwa Business & Shopping Center di pusat kota Nur-Sultan serasi dengan langit. Gedung jangkung di sebelahnya adalah Hotel Ritzz-Carlton. (Doan Widhiandono/JAWA POS)

Gulnur Seisenkulova, Staf KBRI Nur-Sultan

SAYA dan keluarga pindah dari Taraz di kawasan selatan Kazakhstan ke Nur-Sultan saat saya berumur 17 tahun. Makin tahun, saya merasakan bahwa kota ini mewujudkan tata kehidupan yang lebih modern.

Untuk mewujudkan masyarakat dengan kehidupan sosial, psikologi, intelektual, serta fisik yang sehat, sebuah kota harus menyediakan lingkungan yang ramah. Dan di Nur-Sultan, semua bisa tersedia. Mulai tempat hiburan, pendidikan, kesenian, hingga pemerintahan.

Pemerintahan di kota ini menyediakan kawasan-kawasan baru yang terus tumbuh seiring perkembangan penduduk. Di tiap sudut ada taman kanakkanak, sekolah, pusat layanan publik, toko, sampai layanan kesehatan. Semuanya ditujukan untuk memudahkan hidup para pendatang baru. (*)

 

Tak Mau Pagar Tinggi-Tinggi

Huruf-huruf yang menjadi tetenger Putrajaya berhias lukisan karya Jamila. (SITI AISYAH/JAWA POS)

 

Amran bin Mohd Noor *)

PUTRAJAYA adalah pusat pentadbiran (pemerintahan). Konsepnya berbeda dengan Kuala Lumpur. Di sinilah kementerian dan kantor-kantor pemerintahan bertempat. Jadi, kita harus menjaga kehormatan, integritas, dan image Putrajaya sebagai pusat pentadbiran. Sedangkan Kuala Lumpur berfungsi sebagai ibu kota dan commercial city.

Meski kota pusat pemerintahan, di sini ada pusat rekreasi, komersial, sekolah, rumah sakit, dan berbagai fasilitas lainnya. Meski tidak sebesar Kuala Lumpur. Itu terjadi karena suatu kota hanya berdiri sebagai pusat pemerintahan saja juga sulit. Fasilitas tersebut juga penting untuk para pegawai yang dipindahkan ke sini.

Kami tidak mau Putrajaya seperti kota lain. Rumah orang kaya dipagar tinggi dan dijaga ketat. Seluruh Putrajaya harus aman. Karena itu, kami sangat memperhatikan urusan keamanan. Pagar tidak disarankan tapi boleh. Tapi harus rendah. Jadi, fungsi bertetangga masih ada.

Potensi Alam Tak Tertandingi

Almaty adalah kawasan pegunungan. Selain menjadi andalan wisata, kawasan yang tinggi itu merupakan tempat perkebunan apel. Bahkan, Almaty berasal dari kata alma ata yang berarti bapak buah apel dalam bahasa Kazaks. Salah satu tempat pelesir di gunung itu adalah Medeu, tempat ice skating luar ruangan seluas lebih dari 10 ribu meter persegi. (DOAN WIDHIANDHONO/Jawa Pos)

Dilyara Khassanova, Pemandu wisata di Almaty

IBU kota baru boleh terus dibangun. Namun, Almaty sebagai ibu kota lama tidak pernah kehilangan pesona. Meski sudah bukan ibu kota, Almaty terus merawat potensi yang dimilikinya untuk memancing turis. Well, Nur-Sultan boleh saja punya gedung-gedung modern. Tapi, kami punya gunung, haha…

Yang sangat saya sukai dari Almaty adalah kota ini masih terus didatangi wisatawan. Terutama mereka yang ingin menikmati keindahan alam di Kazakhstan. Bahkan, di musim panas pun, kawasan pegunungan masih tersisa sedikit salju.

Almaty ada di kawasan selatan. Karena itu, kota ini cukup dekat dengan negara-negara tetangga. Bahkan, penerbangan internasional tetap mendarat di Almaty. Memang, kota yang indah tidak seharusnya kehilangan keindahannya. (*)

Mewujudkan Impian

PUSAT PEMERINTAHAN DAERAH: Kantor Bupati Penajam Paser Utara yang menjadi bangunan utama di kompleks Pemkab Penajam Paser Utara. (BAYU PUTRA/JAWA POS)

Tohar, Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara

TAHUN 2015 presiden membuat kapsul waktu yang isinya impian masyarakat Indonesia untuk 2085. Saya masih ingat, saat itu kami menyampaikan empat butir mimpi.

Salah satu mimpi kami adalah Penajam Paser Utara dapat dijadikan alternatif untuk ibu kota negara. Padahal, saat itu belum ada isu apa pun yang terkait pemindahan ibu kota.

Pertimbangan kami saat itu sederhana saja. Secara geografis, posisi Kalimantan Timur itu ada di tengah-tengah Indonesia. Porosnya wilayah barat dan timur Indonesia. Jadi, kalau istilah timbangan, posisi Kalimantan Timur itu balance. Dan itu kami jadikan mimpi masyarakat PPU sejak jauh hari.

Sekarang, presiden sudah memutuskan bahwa ibu kota negara akan pindah ke Kaltim. Kajian teknis dan empiris mengapa wilayah ini yang dipilih, tentu pemerintah pusat lebih tahu.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : sha/byu/c7/dos



Close Ads