alexametrics

Istana Garuda Bisa Jadi Daya Tarik, Seperti Masjid Kubah Mas di Depok

5 April 2021, 11:00:35 WIB

JawaPos.com – Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna mengatakan, Istana Negara di Ibu Kota Negara (IKN) yang didesain dengan simbol burung garuda dapat menjadi tempat ikonik di Pulau Kalimantan. Bahkan, bisa menjadi destinasi wisata di daerah tersebut.

“Garuda itu kan jadi ikon baru di Kalimantan, mungkin pemikiran kalau orang ke istana presiden pasti ada tujuan destinasi wisata,” jelas dia kepada JawaPos.com, Senin (5/4).

Ia mencontohkan seperti Kota Depok yang sebelumnya tidak ada sesuatu istimewa, namun kini ada Masjid Kubah Mas yang menjadi ikon sekaligus lokasi wisata. Hal sama juga terjadi di Jakarta dengan ikonnya yaitu Monumen Nasional (Monas).

“Jadi ada daya tarik wisata, dengan adanya ikon garuda di sana dan kantor presiden di sana itu bisa jadi objek untuk wisata. Mungkin kita perlu itu bahwa IKN itu juga menjadi destinasi wisata, salah satunya adalah istana negara,” ujarnya.

Kalimantan ini, kata dia minim bangunan arsitektur besar dan ikonik. Adapun, Kalimantan sendiri memiliki ciri khas, yakni pulau dengan hutan dan tambang. Tidak seperti wilayah Jawa atau Bali yang memiliki bangunan sejarah, semisal candi dan pura.

Baca Juga: Bom di Katedral Makassar, JK: Kita Tidak Toleransi Segala Bentuk Teror

“Jadi karena minim ikon simbolik, maka konsep ini ditawarkan bahwa Kalimantan pun punya ikon besar yang menjadi sebuah penciri Pulau Kalimantan dengan kemegahan dan kebesaran di tengah landscape hijaunya,” tutur dia.

Oleh karena itu, ia menyambut baik ajakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menampung aspirasi terkait dengan pradesain istana negara. Sebab, menurut dia lebih baik bangunan ini memiliki makna yang diambil dari beragam lapisan masyarakat di Indonesia.

“Bagus ini, karena ini juga pernyataan presiden dinyatakan setelah muncul banyak kritik atau saran perbaikan terkait desain dari pak Nyoman. ini kan istana negara di IKN, kalau makin banyak aspirasi makin bagus, jadi sebuah desain tidak hanya dimaknai si penciptanya, tapi juga bisa menampung dari ahli arsiteknya,” tutup Yayat.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Saifan Zaking




Close Ads