alexametrics

Kata Pengamat Soal Jokowi Minta Masukan Warga Tuk Pradesain Istana IKN

4 April 2021, 19:38:04 WIB

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak semua pihak untuk memberikan masukan terkait pradesain Istana Negara di Ibu Kota Negara. Sebab, baru-baru ini setelah pradesainnya diumumkan, masyarakat memberikan respons negatif.

Menanggapi hal itu, Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna mengatakan ini merupakan langkah yang sangat tepat dari seorang kepala negara untuk segera merespon apa yang menjadi kegelisahan masyarakat.

“Bagus ini, karena ini juga pernyataan presiden dinyatakan setelah muncul banyak kritik atau saran perbaikan terkait desain dari pak Nyoman. ini kan istana negara di IKN, kalau makin banyak aspirasi makin bagus, jadi sebuah desain tidak hanya dimaknai si penciptanya, tapi juga bisa menampung dari ahli arsiteknya,” jelas dia kepada JawaPos.com, Minggu (4/4).

Mengenai pradesain itu, menurut dia dari aspek pemeliharaannya juga perlu diperhatikan, tidak seperti gedung biasa. Kemudian juga dalam konteks visi kedepan, desain yang dibuat haru mengedapankan kecanggihan.

“Gedung smart, high tech, efisien tidak boros energi dalam pemeliharaan dan mengedepankan kemajuan teknologi, tidak perlu terlalu butuh ruang yang besar. Makin sempurna sebuah konsep itu ketika banyak inspirasi dan masukan penyempurnaan,” ujar dia.

Selain itu, karena target groundbreaking adalah tahun ini, maka perlu dikasih batas waktu untuk finalisasi desain Istana negara. Pemerintah juga perlu jelas dalam memberikan informasi terkait siapa instansi yang bertanggung jawab akan hal ini.

“Bagaimana pun untuk menjawab ini harus jelas, berapa lama waktu yang diberikan untuk melakukan perbaikan, sebab tanpa adanya perbaikan, waktu tidak jelas, itu tidak mudah untuk merubah sebuah desain. Dibuka aja informasinya siapa yang memfasilitasi, Bappenas atau PUPR, dengan demikian kita mendapatkan aspirasi pertimbangan,” imbuh dia.

Terakhir, perlu adanya tim teknis yang dapat mengambil keputusan yang tepat untuk desain baru tersebut. “Karena ini tidak disayembarakan, otomatis akan penuh argumentasi dan gagasan, itu harus ada tim teknis yang kuat untuk menetapkan semacam standar atau ketentuan persyaratan sebuah kebutuhan bangunan, apalagi istana negara,” pungkas Yayat.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Saifan Zaking




Close Ads