alexametrics

Penajam Paser Utara, Calon Ibu Kota Negara,  Kebanjiran Pendatang

1 Juni 2020, 16:45:18 WIB

JawaPos.com–Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, yang menjadi calon ibu kota negara, terus kebanjiran pendatang. Pada 2022, jumlah penduduknya diproyeksi mengalami peningkatan drastis mencapai 200.000 jiwa atau bertambah 26.329 jiwa ketimbang saat ini tercatat 173.671 jiwa.

”Sejak Kabupaten Penajam Paser Utara ditetapkan sebagai calon ibu kota negara (IKN) baru, daerah ini seolah menjadi magnet. Sehingga, banyak pendatang dari berbagai daerah yang masuk ke sini,” ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten PPU Suyanto seperti dilansir dari Antara di Penajam pada Senin (1/6).

Dia menyatakan, arus urbanisasi tidak terbendung sejak Kabupaten PPU ditetapkan sebagai calon IKN. Bahkan arus urbanisasi tersebut tetap berlanjut meski di tengah pandemi Covid-19. ”Termasuk sebelum Lebaran hingga kini,” ujar Suyanto.

Menurut dia, rata-rata jumlah penduduk baru yang datang mengurus surat pindah masuk ke Kabupaten PPU sekitar 50 orang per hari. Namun jumlah itu meningkat sejak Ramadan hingga pasca Lebaran. Untuk itu, dalam upaya memantau arus urbanisasi, dia telah berkoordinasi dengan camat, lurah, dan kepala desa sebagai langkah penertiban. Sebab, disadari warga yang datang ke PPU tidak bisa dibendung.

”Mereka yang tiba tersebut bahkan membawa surat pindah dari daerah asal. Sehingga, harus melayani mereka yang mengurus adiministrasi ke Disdukcapil Kabupaten PPU. Kebanyakan mereka yang datang berasal dari Sulawesi dan Jawa,” terang Suyanto.

Suyanto mengatakan, pihaknya juga sudah mempersiapkan blanko kartu tanda penduduk (KTP) elektronik menghadapi lonjakan arus urbanisasi tersebut. Untuk memperolehnya tidak langsung jadi. sementara waktu diperlukan surat keterangan (suket).

Dia memperkirakan, jumlah penduduk pendatang setelah Lebaran sudah mencapai 500 orang. Lebih banyak ketimbang awal Januari 2020 yang sekitar 300 orang.

Sementara itu, salah seorang pendatang dari Jawa Timur yang tidak mau disebutkan namanya, saat dikonfirmasi mengatakan, sudah sekitar sebulan di Penajam. Dia mengaku diajak teman mengerjakan ruko yang kini hampir selesai. Di tempat tinggalnya di Jawa, dia sering membantu orang tuanya bertani. Untuk itu, dia yang sudah mengantongi surat keterangan sebagai warga Penajam tersebut berkeinginan menjadi petani di PPU.

Sementara itu, Komandan Posko Pemeriksaan Covid-19 di Pelabuhan Penajam Peltu Nuhil Huda mengatakan, sedikitnya ada 700 pendatang yang masuk ke PPU sejak dua hari sebelum hingga dua hari sesudah Lebaran. ”Pendatang masuk ke Kabupaten PPU melalui Balikpapan makin meningkat. Biasanya hanya sekitar 50 sampai 100 orang per hari. Sekarang dalam satu hari lebih dari 150 pendatang,” kata Nuhil Huda.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara



Close Ads