JawaPos.com - Jelang tahun politik, Putra Bungsu Zulkifli Hasan, Rafi Haikal mengingatkan para generasi muda untuk tidak terkotak kotak dalam situasi politik belakangan ini. Dia mengingatkan agar kawula muda untuk tak lupa menggunakan hak politiknya dalam pelaksanaan pemilu ini.
"Kita ingin mengingatkan anak muda untuk memakai hak pilih untuk masa depan bangsa," kata Rafi saat melakukan konferensi pers di Jakarta, Minggu (22/7).
Untuk membawa semangat generasi muda itu, dia bersama koleganya menggagas gerakan Project Bhinneka. Gerakan itu bertujuan untuk memberdayakan dan menggali potensi para kawula muda untuk tidak berhenti berkarya pada bidang masing masing.
"Kami ingin membuka jaket-jaket warna kulit kita, jaket-jaket politik kita, dan semuanya untuk bergabung dan bersatu untuk membangun negara ini," ucapnya.
Gerakan Project Bhinneka yang dicanangkannya itu bukan tanpa alasan. Pria yang mengenyam pendidikan di salah satu universitas di New York itu menyebut kerap mendapatkan perlakuan rasisme. Beberapa kali dia disebut dengan terorisme dan berkulit hitam.
"Karena pas aku sampai di Amerika itu, aku langsung diberhentikan di Airport karena muka aku kaya Arab gini ya, aku sering diteriakin teroris disana," tuturnya.
Darisana lah dia melihat sejumlah orang di negara lain belum memahami betul mengenai keberagaman, seperti tanah kelahirannya. Sehingga ia menginginkan nilai kebhinekaan Indonesia harus terus dijaga oleh bangsa Indonesia.
"Pengalaman aku di AS sering dikata-katain lah karena aku enggak putih, tapi aku di Indonesia semua orang ngeliat biasa aja. Itu penting kebinekaaan," pungkasnya.
Sekadar informasi, sebelumnya Project Bhinneka besutan Haikal pernah menyelenggarakan pameran seni yang berlangsung di Gedung MPR RI pada 16 sampai 20 juli 2018. Dari situ, Haikal akan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan serupa untuk menyuarakan suara anak muda.