JawaPos.com - Video porno wanita dewasa dengan dua anak bawah umur menyita perhatian masyarakat. Tak terkecuali Psikolog Brawijaya Health Center, Nuran Abdat.
Menurut dia, adegan 'panas' dalam rekaman video tersebut bisa menjadikan dampak buruk bagi anak. Selain itu juga bisa menimbulkan penyimpangan seksual bagi anak yang menjadi korban pelecehan seksual. "Terlebih hal ini melibatkan anak-anak di bawah umur," katanya kepada JawaPos.com, Jumat (5/1).
Dia menjabarkan dampak yang dapat menimpa seorang anak akibat pelecehan seksual. Berikut ulasannya:
1. Berkurang atau rusaknya kemampuan relasional anak. Anak menjadi sulit untuk membina hubungan kedekatan dengan orang lain.
2. Adanya penurunan atau gangguan emosional. Korban cenderung tidak percaya diri, pemalu, dan memiliki rasa takut yang berlebihan. Selain itu korban juga dapat selalu merasa bersalah atau bahkan dendam.
3. Depresi. Ini dikarenakan adanya pengalaman traumatis yang dilalui oleh korban sehingga menyebabkan situasi yang menekan diri.
4. Penurunan kognisi atau kemampuan belajar. Hal ini terjadi karena muncul dibenaknya suatu persepsi negatif, sulit berkompetisi, rendah diri dalam berprestasi hingga sulit berkonsentrasi dalam beberapa hal.
5. Adanya kondisi traumatis terhadap hubungan seksual dikarenakan peristiwa di masa lalu yang mendalam pada dirinya.
Kasus penyimpangan seksual tersebut tentu harus menjadi perhatian serius, terutama bagi para orang tua. Sebagai langkah pencegahan, Nuran menyarankan agar anak mendapatkan edukasi dan mencari tahu mengenai penyimpangan seksual sejak dini.
Orang tua diharapkan memberi informasi kepada anak mengenai kondisi yang mengarahkan pada pelecehan seksual. Dengan begitu anak akan mawas diri dan tidak mudah dipengaruhi oleh lingkungan atau pelaku pedofilia sendiri.
Selain itu, orang tua juga diharapkan selalu mengawasi anak agar tidak mengonsumsi pornografi karena hal ini dapat memicu terjadinya tindak pelecehan seksual.