← Beranda

Keutamaan Doa Sayyidul Istighfar, Arab dan Artinya

Mochammad Zimraan AsadellKamis, 29 Agustus 2024 | 15.54 WIB
Ilustrasi seorang muslim sedang berdoa agar tak mudah lupa.

 

JawaPos.com - Sayyidul istighfar menurut agama Islam adalah bacaan istighfar yang paling baik atau paling utama. Membaca istighfar tentu memiliki manfaat, salah satunya untuk memohon ampunan dan bertobat atas dosa-dosa yang diperbuat.

Sebagaimana diketahui, manusia tidak pernah luput dari kesalahan dan dosa. Oleh karena itu, manusia dituntut untuk senantiasa meminta ampun kepada Allah SWT. Allah berfirman dalam surat Thaha ayat 82, 

وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَىٰ 

Artinya: “Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman dan berbuat kebajikan,” 

Sebagai dzat yang Maha Pengampun, Allah telah menjanjikan pengampunan yang luas untuk hamba-hambaNya walaupun kita memiliki dosa yang sangat banyak. 

Tidak hanya itu, bacaan doa ini mencakup pengakuan kita sebagai hamba-Nya yang terikat dengan perjanjian kepada Allah serta pengakuan bahwa Allah adalah satu-satunya yang berhak disembah dan mengampuni dosa. 

Bacaan sayyidul istighfar 

Rasulullah mengajarkan bacaan sayyidul istighfar sebagai berikut:    

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Artinya: “Ya Allah , Engkau adalah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau yang telah menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Dan aku atas tanggungan dan janji-Mu selama aku masih mampu. 

Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat yang Kau berikan kepadaku. 

Aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.” 

Keutamaan membaca sayyidul istighfar 

  1. Dijanjikan masuk surga bagi yang membaca siang hari maupun malam hari

Hal ini seperti disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW,

“Barangsiapa mengucapkannya [sayyidul istighfar] pada siang hari dan meyakininya, lalu dia mati pada hari itu sebelum waktu petang, maka dia termasuk penghuni syurga. Dan barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dalam keadaan meyakininya, lalu dia mati sebelum waktu pagi, maka dia termasuk penghuni syurga” (Hadits Bukhari dari Syaddad bin Aus ra). 

  1. Membersihkan hati 

Salah satu keutamaan beristighfar yang tak kalah penting adalah untuk menghapus noda-noda yang timbul di hati kita sebagai akibat dari dosa-dosa yang kita lakukan. 

Dikhawatirkan noda-noda dalam hati kita ini akan membuat hati kita menjadi kelam dan sulit menerima petunjuk dari Allah. 

Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, Rasulullahﷺ  bersabda: 

“Jika seorang hamba melakukan satu dosa, niscaya akan ditorehkan di hatinya satu noda hitam. Seandainya dia meninggalkan dosa itu, beristighfar dan bertaubat; niscaya noda itu akan dihapus.

Tapi jika dia kembali berbuat dosa; niscaya noda-noda itu akan semakin bertambah hingga menghitamkan semua hatinya.”  (HR. Tirmidzi) 

  1. Menjadi hamba yang dicintai Allah SWT 

Allah SWT senang terhadap orang yang beristighfar dan memohon ampun. Sebab dalam istighfar itu terkandung makna bahwa manusia ingin menjadi lebih baik. 

Sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Baqarah ayat 222, 

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ… 

Artinya: “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” 

EDITOR: Ilham Safutra