JawaPos.com - Nabi Muhammad SAW menganjurkan seluruh umat Islam untuk selalu membaca doa sebelum melakukan sesuatu. Hal ini bertujuan agar segala urusan diridhoi dan dipermudah oleh Allah SWT.
Dan Tuhanmu berfirman pada Q.S Al-Mu’min ayat 60
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ
Artinya: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu."
Berdoa adalah suatu ibadah yang disukai Allah SWT. Karena, doa adalah sikap orang yang selalu merasa dirinya tak berdaya di hadapan Allah SWT. Tidak ada manusia yang kuat di hadapan Allah SWT. Orang yang tak berdoa dinilai sombong di hadapan Allah.
Selain agar segala urusan dipermudah oleh Allah. Doa adalah instrumen hamba untuk meminta sesuatu kepada Tuhannya. Ada beberapa cara agar do akita cepat dikabulkan yaitu:
1. Cari waktu yang mustajab
Waktu mustajab adalah waktu di mana doa cepat dikabulkan, ada beberapa waktu yang menjadi waktu mustajab. Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
“Allah turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku kabulkan, siapa yang meminta-padaKu, Aku beri, dan siapa yang minta ampunan pasti Aku ampuni.”
Selain sepertiga malam, menurut beberapa sumber menyatakansoal waktu mustajab untuk berdoa. Yaitu, ketika; berbuka puasa, saat adzan berkumandang, di antara adzan dan iqamah, sedang sujud dalam shalat sebelum salam pada shalat fardhu, pada hari jumat, dan masih banyak lagi.
2. Menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangan
Kiblat adalah arah yang seluruh umat islam tuju ketika melaksanakan suatu ibadah, seperti shalat dan berdoa. Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk berdoa sambil menghadap kiblat. Diriwayatkan dari Jabir R.A, , Nabi Muhammad SAW ketika berada di Padang Arafah, beliau menghadap kiblat, dan beliau terus berdoa sampai matahari terbenam. (HR. Muslim)
3. Khusyuk dan penuh harap kepada Allah
Allah SWT berfirman pada Surah Al-A’raf ayat 55
اُدْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةً ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَۚ
Artinya: Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
4. Memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi Muhammad
Disebutkan dalam Hadits, Fudholah bin ‘Ubaid, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendengar seseorang memanjatkan doa dalam shalatnya, lalu ia tidak memanjatkan shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Beliau pun berkata, “Orang ini terlalu tergesa-gesa dalam doanya.” Kemudian beliau memanggilnya lalu menegurnya atau mengatakan kepada lainnya, “Jika salah seorang di antara kalian berdoa, maka mulailah dengan memuji Allah, menyanjung-Nya, lalu bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu mintalah doa yang diinginkan.” (HR. Tirmidzi, no. 3477).