← Beranda

Menurut Para Sufi, Begini Cara Menyembuhkan Diri dari Sifat Munafik, Terhindar dari Penyakit Hati yang Berbahaya

Sharah SalsabilaJumat, 12 Juli 2024 | 01.00 WIB
Ilustrasi orang yang memiliki sifat munafik atau bermuka dua. (Victor Santos/Pexels.com)

JawaPos.com–Sifat munafik sering ditandai ketika antara perkataan dan tindakan seseorang berbeda. Itu akan membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Dilansir dari laman artikel NU Jatim, munafik merupakan salah satu sifat tercela seperti suka melakukan tipu daya, berbohong, dan berkhianat. Dilihat dari realita masyarakat saat ini, munafik sering disebut dengan bermuka dua. Hal ini sudah dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW yang berbunyi:

Seburuk-buruk manusia adalah dzul wajhain (orang yang bermuka dua), yaitu orang yang ketika di tengah sekelompok orang, ia menampakkan suatu wajah, namun di tengah sekelompok orang lain, ia menampakkan wajah yang lain. (HR Bukhari)

Baca Juga: Pekan Seni Jiwan Tampilkan Pameran Tunggal Pelukis Perempuan Cirebon Kathryn Widya

Orang dengan sifat munafik atau bermuka dua terkadang sering ditemukan dalam suatu kelompok baik di lingkungan pekerjaan, pertemanan, atau lainnya. Tujuan mereka berbuat seperti itu adalah demi mendapatkan keuntungan semata, baik dari segi harta atau kedudukan. 

Sifat munafik yang tertanam dalam diri seseorang akan menimbulkan penyakit hati yang berbahaya. Dia tak pernah menemukan ketenangan. Sehingga harus dapat dibasmi dan disembuhkan.

Dikutip dari laman artikel UIN Sunan Gunung Djati, menurut para sufi, obat paling mujarab untuk menyembuhkan sifat munafik adalah dengan bertobat, berzikir, dan ber-taqarrub kepada Allah SWT.

Baca Juga: Jamaah Haji Harus Ingat, Setiba di Indonesia Harus Lapor ke Puskesmas Setempat

Sebagaimana Rasulullah telah mengingatkan bahwa Mintalah fatwa kepada hatimu. Kebajikan itu adalah apa yang (jika engkau melakukannya) jiwa dan hatimu merasa tenang. Sedangkan dosa adalah yang selalu menghantui jiwamu dan membuat hatimu bimbang, serta engkau merasa tidak suka dilihat oleh orang lain saat melakukannya. (HR. Ahmad dan al-Darimi.

Alquran telah menjelaskan bahwa sifat munafik itu penuh penyakit hati, bahkan Rasulullah SAW menyebutkan bahwa orang munafik itu seperti musuh dalam selimut. Mereka lebih berbahaya dibanding tawanan musuh sekalipun, karena bisa saja keberadaannya ada di lingkungan sekitar dan perlakuannya seolah-olah menyayangi kita.

Dengan demikian Allah SWT akan memberi azab yang pedih kepada orang yang memiliki sifat munafik. Mereka juga senantiasa menipu Allah, seolah-olah beriman tapi hatinya tetap kufur.

Baca Juga: Memasuki Bulan Muharram! Umat Islam Jangan Lupa Berpuasa Tasu'a dan Asyura, Berikut Keistimewaan dan Jadwalnya

Dampak negatif dari sifat munafik itu sendiri hidupnya tidak pernah tenteram, selalu was-was, tak senang lihat orang bahagia, sering berburuk sangka, dan tidak lapang dada.

Alangkah baiknya untuk menghindari sifat munafik demi terciptanya kesehatan fisik maupun batin, serta membangun hubungan yang baik dengan Allah SWT dan sesama manusia.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah