← Beranda

Dokter Terawan, Penemu ‘Cuci Otak’ Stroke Diganjar Sanksi IDI

Dhimas GinanjarSelasa, 3 April 2018 | 23.07 WIB
Krisnha Murti saat menjadi pasien dokter Terawan Agus Putranto.

JawaPos.com – Sosok Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad selama ini dikenal sebagai dokter militer yang bertangan dingin dalam menyembuhkan penyakit stroke. Metodenya berupa ‘cuci otak’ pasien stroke sudah dikenal dunia sebagai terobosan.


Namun, temuannya itu juga sudah dianggap melanggar etik. Akibatnya Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjatuhkan sanksi etik.


Sanksi yang diberikan dalam surat Pengurus Besar (PB) IDI menjatuhkan sanksi untuk dokter Terawan Agus Putranto berupa pemecatan selama 12 bulan dari keanggotaan IDI sejak 26 Februari 2018-25 Februari 2019. Keputusan IDI tersebut diambil setelah sidang Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) PB IDI yang menilai dokter Terawan melakukan pelanggaran etika kedokteran.


"Bobot pelanggaran Dokter Terawan adalah berat, serious ethical missconduct. Pelanggaran etik serius, maka kami mengirimkan utuh amar putusan sidang tersebut agar dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," kata Ketua MKEK IDI Dr. dr. Prijo Sidipratomo, Sp.Rad (K) dalam surat PB IDI yang ditujukan kepada Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Seluruh Indonesia (PDSRI) tertanggal 23 Maret 2018.


Dokter Terawan Agus Putranto merupakan dokter militer yang juga menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto. Namanya besar karena metode terapi cuci otak dalam penyembuhan penyakit stroke yang biasa disebabkan oleh terhambatnya aliran darah ke otak lantaran penyempitan atau penyumbatan.


Sementara itu, JawaPos.com sudah mencoba mengonfirmasi kasus ini lebih jauh kepada IDI. Akan tetapi, Sekretaris Jenderal IDI Dokter Adib Khumaidi enggan memaparkan lebih jauh.


“Silakan konfirmasi langsung ke MKEK IDI saja,” singkatnya.


Perihal pemecatan dokter Terawan Agus Putranto, Brigadir Jenderal Polisi Krishna Murti pun angkat bicara sebagai salah satu pasien. Meski ia bukanlah ahli yang tepat untuk berkomentar, Krishna mengaku kalau kondisinya membaik setelah ditangani dokter Terawan Agus Putranto.


"Saya pernah dilakukan perawatan dengan metode DSA oleh dokter Terawan di RSPAD Gatot Subroto. Dari sisi medis dll saya tidak paham. Yang saya rasakan adalah kesehatan saya pulih dan lumayan membaik saat itu," tulis Krisnha Murti dalam akun Instagram-nya.


Ia pun berharap kasus pemecatan dokter Terawan Agus Putranto bisa selesai dengan baik. "Hari ini saya mendengar IDI mencabut izin praktik beliau karena tidak memenuhi syarat tertentu. Saya bukan ahlinya untuk berkomentar apa pun. Saya hanya berharap semoga semua masalah dapat diselesaikan dengan baik," lanjutnya.

EDITOR: Dhimas Ginanjar