JawaPos.com – Berdoa merupakan salah satu upaya seorang hamba untuk mendekatkan diri pada Tuhannya dengan memanjatkan permohonan yang tulus.
Dalam berdoa, ada beberapa hal yang harus dipahami agar doa kita terkabul dan mendapatkan keberkahan di dalamnya.
Hal yang perlu diperhatikan yakni adab dan cara berdoa yang benar sebagai seorang hamba yang bersungguh-sungguh.
Terkadang, kita pernah merasa doa yang dipanjatkan tidak kunjung terkabul, mungkin ada yang perlu diperhatikan ketika berdoa.
Selain karena Tuhan telah menentukan takdir lain untuk kita, mungkin saja, kita salah dalam adab dan tata cara berdoa.
Dilansir dari NU Online, di bawah ini merupakan adab dan cara berdoa dari Syekh M.Ibrahim Al-Baijuri yang benar agar cepat terkabul.
Meyakini Doanya diijabah
Dalam kitab Tuhfatul Murid ala Jauharatit Tauhid, Syekh M. Ibrahim menyatakan orang yang berdoa harus yakin diijabah.
Karena Allah berdasarkan prasangka umatnya, maka selalu yakinlah bahwa daomu akan terkabul, entah hari ini atau suatu saat nanti.
Jika berdoa adalah salah satu ritual untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, maka jangan pernah pesimis atas rahmatnya.
Baca Juga: Pidato Politik HUT PDIP Ke-51, Megawati Sebut Pemimpin Mabuk Kekuasaan, Singgung Siapa?
Makan Makanan Halal
Dalam kitab yang sama, Syekh M. Ibrahim juga menyatakan orang yang berdoa diisyaratkan untuk memastikan kehalalan makanan dan minuman yang dikonsumsi olehnya.
Makanan dan minuman yang selama ini dikonsumsi dapat memengaruhi perilaku sehari-hari, oleh karena itu wajib untuk dijaga terutama saat berdoa.
Jika sedang berdoa atau masih ingin selalu berdoa kepada Tuhan, maka hendaknya selalu menjaga makanan agar tidak mengonsumsi makanan yang tidak halal.
Tidak Lalai dari Allah
Orang yang berdoa juga harus menjaga kesadaran. Jangan sampai berdoa dalam keadaan hati lalai dari Allah.
Karena adab dalam berdoa tidak hanya diperlihatkan dari perilaku, namun hati juga hendaknya harus sadar dan takwa.
Berdoa Di antara Azan dan Iqamah
Salah satu waktu yang mustajab agar doamu diterima oleh Allah yaitu pada saat diantara Azan dan Iqamah.
Waktu yang mustajab untuk berdoa yakni pada saat bersujud dalam Shalat dan di antara azan dan iqamah.
Ke dua waktu tersebut disebut mustajab dalam berdoa karena di waktu itu adalah di mana pintu langit di buka.
Bersuci
Al-Baijuri juga menyatakan dalam kitabnya bahwa orang yang berdoa dianjurkan dalam keadaan suci dan menghadap kiblat saat sedang memanjatkan doanya.
Bersuci bukan hanya sebagai cara berdoa yang benar namun juga adab, karena dalam berdoa kita adalah makhluk yang sedang meminta.
Untuk bertemu Tuhan dalam doa sangat dianjurkan untuk bersuci seperti wudhu, bersih dari hadas dan mengangkat tangan untuk berdoa.