JawaPos.com - Maraknya iklan rokok yang berkembang di Indonesia dinilai sudah mengkhawatirkan. Bahkan, dengan kebebasan yang dimiliki perusahaan rokok, tidak jarang iklan tersebut menyasar kaum muda, termasuk anak-anak dan remaja.
Ketua Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia (UI) Nina Armando mengatakan, jumlah produksi rokok sangat besar dan terus meningkat. Sebab, tak ada larangan, melainkan hanya pembatasan yang kerap juga dilanggar para pengusaha tersebut.
"Indonesia itu surga untuk industri rokok, karena di Indonesia ini tidak ada pelarangan terhadap iklan rokok. Jumlah produksi rokoknya sangat besar, pertambahan dari tahun ke tahun itu terjadi," ujarnya saat ditemui JawaPos.com dalam seminar hasil penelitian tentang situasi dan tantangan pengendalian rokok di Jakarta Pusat, Rabu (28/11).
Pengawasan yang lemah, membuat industri rokok leluasa memasarkannya, baik lewat iklan, promosi, maupun pemberian sponsor. "Karena mereka (anak dan remaja) itulah calon pengganti dari mereka yang meninggal karena industri rokok," tutur dia.
Selain rentan dan gampang dipengaruhi, kaum muda sejatinya menyukai produksi iklan yang kini semakin kekinian. Iklan rokok sendiri selalu berhasil menarik perhatian karena dikemas dengan teknologi digital sesuai perkembangan zaman.
"Anak-anak muda itu suka dengan iklan, dan tampilannya iklan rokok itu luar biasa bagus, keren, menarik. Dari dulu itu disebut dengan selera kaum muda," kata Nina.
Iklan, promosi, dan sponsor selalu menghiasi bidang-bidang yang digeluti kaum muda, misalnya musik, film, bahkan olahraga meski ada kontradiksi antara kesehatan dan rokok.
Industri rokok masuk di semua wilayah, budaya, hingga ilmu pengetahuan. Seperti yang diketahui, yayasan-yayasan yang dibuat oleh perusahaan rokok juga memberikan beasiswa.