JawaPos.com - Syekh Abdul Qadir Al Jaelani adalah seorang ulama fiqih dan sufi yang dikenal sebagai pelopor tasawuf thariqati. Ia lahir pada tanggal 1 Ramadhan 470 Hijriah atau 1077 Masehi, di wilayah Jailan, Persia (sekarang Iran).
Syekh Abdul Qadir Al Jaelani dikenal sebagai salah satu tokoh sufi terbesar dalam sejarah Islam dan dihormati oleh umat Muslim di seluruh dunia.
Syekh Abdul Qadir Al Jaelani merupakan seorang ulama fiqih bermazhab Hambali yang memiliki segudang karomah dan sangat dihormati oleh umat Muslim Sunni.
Ia dikenal sebagai Sulthonul Auliya atau rajanya para wali dan Al-Imam Al-Quthubul Aqthab atau pemimpin dan penguasa seluruh wali di alam semesta.
Syekh Abdul Qadir Al Jaelani dianggap sebagai waliyullah yang paling agung dan keramat dari wali lainnya.
Ia juga dikenal sebagai pengembara sufi dengan julukan-julukan mulia seperti "Syeikhul Islam", "Sultanul Awliya", "Qutbul Aqtab", dan "Syeikhul Thariqah".
Syekh Abdul Qadir Al Jaelani mendapatkan maqam tertinggi dari Allah SWT berkat sikap rendah dirinya kepada seorang wali dan beliau diangkat.
Karamah atau tanda-tanda kewaliannya sudah tampak sejak lahir. Pada malam kelahirannya, terpancar cahaya yang sangat terang, sehingga orang-orang yang menyaksikan tidak mampu menatapnya.
Usia ibu Syekh Abdul Qadir saat itu adalah 60 tahun, yang termasuk salah satu perkara luar biasa yang langka terjadi pada masa itu.
Syekh Abdul Qadir Al Jaelani memiliki kebiasaan puasa sejak bayi. Bahkan, sejak dilahirkan, ia tidak mau menyusu kepada ibunya pada siang hari di bulan Ramadhan.
Syekh Abdul Qadir Al Jaelani memiliki banyak murid dan pengikut di seluruh dunia. Ia juga mendirikan tarekat Qadiriyyah yang menjadi salah satu tarekat sufi terbesar di dunia.
Dalam ajarannya, Syekh Abdul Qadir Al Jaelani menekankan pentingnya menjaga akhlak dan budi pekerti yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: DPR Akan Gelar Fit and Proper Test Calon Panglima TNI pada 14 November 2023
Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan antara manusia sebagai hamba dengan Allah SWT sebagai pencipta melalui ibadah dan zikir.
Selain itu, Syekh Abdul Qadir Al Jaelani juga menegaskan terkait pentingnya menjaga hubungan dengan sesama manusia dan berbuat baik kepada orang lain.
Syekh Abdul Qadir Al Jaelani meninggal dunia pada tanggal 11 Rabiuts-Tsani (Rabiulakhir) 561 H atau 1166 M di Baghdad, Irak.
Karya-karya Syekh Abdul Qadir Al Jaelani yang terkenal antara lain "Ghunyat al-Talibin", "Futuh al-Ghaib", dan "Al-Fath ar-Rabbani".
Syekh Abdul Qadir Al Jaelani dihormati oleh umat Muslim di seluruh dunia dan banyak dijadikan sebagai panutan dalam kehidupan spiritual.
Tarekat Qadiriyyah yang didirikan oleh Syekh Abdul Qadir Al Jaelani masih eksis hingga saat ini dan memiliki banyak pengikut di seluruh dunia.
Syekh Abdul Qadir Al Jaelani merupakan tokoh sufi yang sangat dihormati dan dijadikan sebagai panutan dalam kehidupan spiritual oleh umat Muslim di seluruh dunia.
Karya-karyanya yang terkenal dan ajarannya yang mengajarkan kebaikan dan kesederhanaan masih relevan hingga saat ini.