← Beranda

8 Tantangan Besar Kaum Ibu di Era Modern

Fadhil Al BirraSabtu, 24 Desember 2016 | 03.32 WIB
Ilustrasi

JawaPos.com – Kaum ibu memiliki tantangan besar dalam mendidik anak di era modern saat ini. Berbagai gempuran informasi dan serangan teknologi membuat ibu harus lebih kreatif dan inovatif.



Berdasarkan catatan Kongres Wanita Indonesia (Kowani), sedikitnya ada delapan tantangan bagi ibu masa kini. Berikut ulasannya.



1. Kekerasan berbasis gender, kekerasan dalam rumah tangga, perdagangan manusia, prostitusi, HIV/AIDS, masih menjadi masalah serius bagi kaum perempuan. Perempuan seringkali menjadi obyek dan dilemahkan.



2. Menurut catatan tahunan 2016 Komnas Perempuan, dari kasus kekerasan terhadap perempuan, kekerasan seksual berada di peringkat kedua, dengan jumlah kasus mencapai 2.399 kasus, pencabulan mencapai 601 kasus dan sementara pelecehan seksual mencapai 166 kasus. 



3. Perkawinan siri atau tak dicatatkan masih menjadi praktik di sejumlah daerah, bahkan atas nama kawin siri tapi praktiknya sebenarnya tidak memenuhi syarat kawin siri, justru bergeser menjadi “prostitusi”.  Ini merupakan kejahatan serius bagi kaum perempuan.



4. Partisipasi perempuan dalam musyawarah desa belum tersebar luas. Praktik pelaksanaan musyawarah desa cenderung patriarki, peran perempuan mengalami marjinalisasi ketika mereka menyampaikan usulan yang berkaitan dengan kepentingan tubuh, nalar, dan keberlangsungan hidupnya.



5. Di sektor ekonomi, perempuan hampir mendominasi ekonomi home industry, namun pada sektor bisnis properti, energi  dan sumber daya alam serta bisnis skala besar masih didominasi oleh laki-laki.



6. Sektor media, cukup menarik, pekerja media tampaknya banyak perempuan ikut berperan sebagaimana laki-laki juga beperan, namun pemilik bisnis media terutama media cetak dan elektronik didominasi laki-laki, perempuan mendominasi sektor media tertentu terutama terkait kecantikan, mode dan semacamnya.



7. Pada sektor pendidikan, angka partisipasi perempuan pada jenjang pendidikan dasar, menengah dan sarjana relatif setara, namun perempuan mendominasi jurusan tertentu, seperti; jurusan pendidikan/keguruan, psikologi, dokter, ekonomi, namun untuk jurusan penerbangan, teknik, energi, pertahanan didominasi oleh laki-laki.



8. Radikalisme atas nama agama, telah bergeser melibatkan perempuan sebagai korban. Baru saja, Polisi mengamankan seorang perempuan bernama Dian Yulia Novi dari lokasi bom Bekasi. Ini modus baru karena ini menggunakan perempuan sebagai calon pelaku peledak bom bunuh diri, biasanya tidak pernah menggunakan perempuan. (cr1/JPG)

EDITOR: Fadhil Al Birra