← Beranda

Mengenal Gabah Varietas IR64 di Gudang Beras yang Digerebek Aparat

Imam SolehudinSelasa, 25 Juli 2017 | 22.28 WIB
Ilustrasi

JawaPos.com - Tim Satgas Pangan Polri dan Menteri Andi Amran Sulaiman menengarai adanya indikasi kecurangan sebagai buntut penggerebakan gudang beras di PT IBU, Bekasi, Jawa Barat.


Sebab, terdapat disparitas harga yang sangat jauh. Beras yang ditemukan di Bekasi berasal dari gabah Varietas Unggul Baru (VUB), di antaranya IR 64. Sebetulnya, bagaimana profil beras tersebut?


Beras IR 64 sendiri berasal dari gabah VUB di antara varietas IR64 yang turunannya antara lain Ciherang, Mekongga, Situ Bagendit, Cigeulis, Impari, Ciliwung dan Cibogo.


Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengatakan, IR64 merupakan VUB favorit para petani. Dari luas panen padi nasional sekitar 15,2 juta hektar, 90 persen di antaranya ditanami IR64.


"Kesukaan petani terhadap varietas ini sangat tinggi, sehingga setiap akan mengganti varietas baru selalu diistilahkan dengan "IR 64" baru," kata Amran dalam keterangan tertulis, Selasa (25/7).


"Akibatnya seringkali diistilahkan varietas unggul baru itu adalah sejenis IR. Apapun varietasnya, petani umumnya menyebutnya benih jenis IR," tambah Amran.


Amran menjelaskan, hampir seluruh beras kelas medium dan premium itu berasal dari gabah VUB yang diproduksi dan dijual petani kisaran Rp 3.500-4.700 per kilogram gabah.


Pasca diolah atau digiling menjadi beras, petani melepaskan ke pasaran berkisar Rp 6.800-7.000 per kilogram.


"Petani menjual beras berkisar Rp 7.000 per kilogram dan penggilingan atau pedagang kecil menjual Rp. 7.300 per kilogram ke Bulog (HPP Beras)," jelas dia.


Terkait dengan perusahaan yang membeli gabah atau beras jenis varietas VUB dari petani, yang selanjutnya diolah menjadi beras premium dan dijual dalam kemasan 5 per kilogram atau 10 kilogram, harganya bisa mencapai Rp 23.000-26.000 per kilogram.



"Angka itu berbeda dengan rantai distribusi yang sama.Diperhitungkan terdapat disparitas harga beras premium antara harga di tingkat petani dan konsumen berkisar 300 persen," tukas Amran.

EDITOR: Imam Solehudin