JawaPos.com - Anak yang tahun 90-an pasti tidak asing dengan tokoh komodo yang populer lewat serial televisi berjudul Si Komo. Rupanya sosok tokoh yang dikenal selalu membuat kemacetan di Jakarta sangat dirindukan oleh masyarakat.
Pencipta karakter Si Komo, Seto Mulyadi mengaku selalu mendapat masukan untuk menghidupkan lagi tokoh yang identik dengan warna hitam dan putih tersebut. Pasalnya anak generasi 90-an sangat ingin bernostalgia dengan Si Komo.
"Sudah banyak masukan ayo dimunculkan kembal karena mereka rindu pada nostalgia, dan kedua mereka anggap anak-anaknya juga perlu menyaksikan," ujar pria yang akrab disapa Kak Seto kepada JawaPos.com, Selasa (4/4).
Pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah tersebut juga berharap, pemerintah lewat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA), ikut membantu menghidupkan kembali tokoh tersebut.
Caranya tutur Kak Seto, mensponsori Si Komo sehingga bisa kembali muncul di televisi. Mengingat tayangan tersebut penuh pesan edukasi bagi anak. "Dana cukup besar yang dipunya pemerintah. Bisa kok mensponsori," katanya.
Pemerhati anak ini juga melihat, saat ini tayangan televisi belum memihak kepada anak. Lantaran banyaknya sinetron percintaan yang hanya diperuntukan untuk orang dewasa. Oleh sebab itu Kak Seto berharap pemerintah bisa memberikan sumbangsihnya untuk menghidupkan kembali tokoh yang identik dengan kalimat 'weleh-weleh' ini.
"Karena tayangan untuk anak masih kurang sekali. Jadi mohon ini juga menjadi kepedulian pemerintah," ungkapnya.
Sekadar informasi, tokoh Si Komo ini diambil dari hewan yang hanya ada di Indonesia, yakni Komodo. Dalam ceritanya Si Komo ditemani oleh tokoh lain seperti, Belu si bebek lucu, Dompu si domba putih, Piko si sapi, Ulil si ulat kecil, dan Cendi si burung cendrawasih.(cr2/JPG)