JawaPos.com - Kasus gizi buruk di Kendari, Sulawesi Tenggara dan Asmat Papua membuat prihatin semua pihak. Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (IBI) menegaskan siap bekerja sama untuk mengatasi masalah gizi buruk pada anak yang muncul di berbagai wilayah di Indonesia.
"Masalah gizi anak yang muncul kembali di beberapa wilayah ini bisa dicegah melalui edukasi dan penanganan komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak," kata Ketua umum PP IBI Emi Nurjasmi dalam keterangan di Jakarta, Minggu (21/01).
Pihaknya siap membantu pemerintah untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak serta mengatasi gizi buruk.
Emi menuturkan, anggota IBI saat ini lebih dari 200 ribu bidan yang tersebar di seluruh penjuru tanah air. Selama puluhan tahun bidan merupakan salah satu profesi yang menjadi garda terdepan dalam penanganan persoalan gizi dan kesehatan ibu dan anak di Indonesia.
Tugas utama bidan memang untuk memberikan pertolongan kelahiran kepada masyarakat, namun selain itu, bidan juga mempunyai tugas penting dalam konseling dan pendidikan kesehatan, tidak hanya kepada perempuan, tetapi juga kepada keluarga dan masyarakat.
"Kami di IBI siap mewujudkan bidan profesional berstandar global dengan memberikan pelayanan berkualitas kepada masyarakat,” kata Emi.