JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pernah Bertugas di Istana, Politikus Ini Kirim Doa untuk Bu Ani

14 Februari 2019, 15:25:52 WIB
Pernah Bertugas di Istana, Politikus Ini Kirim Doa untuk Bu Ani
Susilo Bambang Yudhoyono mendampingi Ani Yudhoyono yang sedang menjalani perawatan di National Universtiy Hospital Singapura. (DUDI ANUNG FOR JAWA POS)
Share this

JawaPos.com - Kanker darah yang dialami Ani Yudhoyono, istri presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menuai simpati dari berbagai pihak. Sejumlah kalangan mendoakan mantan ibu negara itu agar kuat dan segera sembuh.

Tidak terkecuali Ratu Isyana Bagoes Oka. Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu mengaku sangat sedih ketika mendengar pidato SBY. Dalam pidato tersebut, SBY menyatakan Ani Yudhoyono saat ini sedang menjalani perawatan di University of Hospital di Singapura atas kanker darah yang diidapnya.

Ratu Isyana yang dulu pernah menjadi jurnalis dan bertugas di lingkungan Istana Negara itu mengaku turut merasakan apa yang dirasakan SBY. "Saya yakin dan percaya selalu ada mukjizat kuasa Tuhan," kata Isyana dalam keterangan persnya, Kamis (14/2).

Menurut dia kehadiran SBY sangat dibutuhkan di Singapura untuk menemani Ibu Ani Yudhoyono. Sebab kesehatan keluarga adalah hal yang utama. "Kesehatan Ibu Ani tentu menjadi adalah prioritas utama bagi Pak SBY. Politik, pilpres dan pileg tidak bisa dibandingkan dengan kesehatan Ibu Ani," imbuhnya. Isyana Bagoes Oka berharap Ibu Ani segera sembuh dan dapat kembali melaksanakan aktivitas seperti biasanya.

Sebelumnya putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut, saat ini kondisi ibunya tengah dirawat di dalam ruang yang sangat steril. Perawatan itu untuk memastikan dan meyakinkan Bu Ani harus daya tahan tubuh dan stabilitas yang baik.

"Sampai hari ini Bu Ani dalam kondisi baik, kuat, dan juga punya harapan-harapan baik agar segera pulih," sebut purnawirawan TNI AD itu.

Dalam menjalani perawatan ini, AHY menyebut medical treatment untuk Bu Ani saat ini tidak menggunakan kemoterapi. Pengobatan itu mengunakan oral medication dan sejumlah injection yang memiliki efek samping‎. Injection ini untuk segera melumpuhkan sel-sel kanker darah. Setelah itu akan terus diobservasi secara intensif sehingga diketahui apa langkah-langkah berikutnya.

"Yang jelas, sampai saat ini dan beberapa waktu ke depan, Bu Ani masih melakukan tindakan-tindakan medis itu," tandasnya.

Editor           : Ilham Safutra

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up