
Hari biasa dalam kalender Tionghoa dipandang sebagai waktu netral. Cocok untuk menjalani aktivitas ringan tanpa keputusan besar. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Dalam pembacaan kalender Tionghoa, tidak semua hari masuk kategori hari baik atau hari tidak baik. Ada pula hari biasa yang jumlahnya cukup banyak dan kerap dipakai untuk aktivitas harian tanpa makna khusus.
Dalam tradisi Tionghoa, pembagian hari ini merujuk pada Tong Shu, almanak yang menilai keselarasan waktu secara kontekstual. Hari biasa berada di tengah, tidak terlalu dianjurkan untuk acara besar, tetapi juga tidak dianggap bermasalah.
Menurut kalender Tionghoa (Tong Shu), sebagaimana tercantum dalam kalender Sinarmas edisi Januari 2026 yang didapatkan JawaPos.com, terdapat beberapa hari yang masuk kategori hari biasa. Hari-hari ini umumnya memiliki aktivitas ringan yang dianjurkan, dengan sejumlah pantangan tertentu.
Hari biasa pertama jatuh pada Jumat (2 Januari 2026). Hari ini dinilai cocok untuk memperbaiki jalur atau lorong (passage fixing) dan dekorasi dinding, sementara konstruksi, penggalian, menata kompor, memancing, dan menanam tidak dianjurkan.
Berikutnya, Senin (5 Januari 2026) dianggap netral untuk perbaikan jalur dan dekorasi dinding. Namun, menanam, memperoleh hewan, pindah rumah, dan berburu sebaiknya dihindari.
Pada Selasa (6 Januari 2026), kalender mencatat aktivitas ibadah dan menangkap sebagai kegiatan yang masih selaras. Sementara itu, menjaring ikan, berburu, konstruksi, dan penggalian tidak dianjurkan.
Memasuki Senin (12 Januari 2026), hari ini hanya dinilai baik untuk ibadah. Aktivitas besar seperti pertunangan, pernikahan, bepergian, pindah rumah, hingga konstruksi sebaiknya ditunda.
Kemudian, Rabu (14 Januari 2026) dianggap cocok untuk ibadah, mandi, menata tempat tidur, dan menjahit. Di sisi lain, grand opening, bepergian, konstruksi, pindah rumah, dan pembelian properti tidak dianjurkan.
Pada Kamis (15 Januari 2026), aktivitas seperti ibadah dan menjahit masih dinilai selaras. Namun, pernikahan, konstruksi, berburu, bepergian, pindah rumah, dan pemakaman sebaiknya dihindari.
Hari biasa berikutnya jatuh pada Minggu (18 Januari 2026). Kalender mencatat kegiatan menangkap dan pemakaman sebagai aktivitas yang masih diperbolehkan, sementara pemberkatan, konstruksi, dan penggalian tidak dianjurkan.
Selanjutnya, Sabtu (24 Januari 2026) dinilai netral untuk ibadah dan menangkap. Aktivitas seperti menata tempat tidur, menyiapkan pembibitan, membeli properti, grand opening, dan pemakaman sebaiknya ditunda.
Pada Senin (26 Januari 2026), hari ini dianggap cocok untuk ibadah, pemberkatan, dan pertunangan. Namun, memulai belajar, bepergian, menata kompor, pindah rumah, konstruksi, dan pemakaman tidak dianjurkan.
Sebagai penutup, Jumat (30 Januari 2026) dinilai baik untuk perbaikan jalur dan dekorasi dinding. Aktivitas seperti menanam, menyiapkan pembibitan, pengaturan pinjaman, bepergian, dan pemakaman sebaiknya dihindari.
Dalam pemahaman Tong Shu, hari biasa bukan hari yang harus dihindari. Banyak orang tetap menjalankan rutinitas normal dan hanya menunda keputusan besar ke hari lain.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
