
Lukisan Lupercalia karya Andrea Camassei (1635). (www.museodelprado.es)
JawaPos.com–Kita semua tahu apa itu Hari Valentine yang biasa dirayakan para pasangan pada 14 Februari setiap tahun. Namun perayaan ini tidak selalu ada, terutama karena Hari Valentine diadakan untuk menggantikan Hari Perayaan Lupercalia.
Dilansir dari Ensiklopedia Britannica, Hari Lupercalia adalah sebuah festival kuno yang berasal dari Roma. Perayaan ini dilaksanakan setiap tahunnya pada 15 Februari di bawah pengawasan sekelompok pendeta yang dipanggil Luperci untuk merayakan kesehatan dan kesuburan.
Walaupun asal-usul festival ini tidak jelas, terdapat kemungkinan besar nama perayaan ini berasal dari kata Lupus yang berarti serigala dalam bahasa Latin. Dari asal bahasa tersebut terdapat kemungkinan festival ini berkaitan dengan sosok serigala legendaris yang merawat Dewa Romulus dan Dewa Remus. Serta Dewa Faunus karena juga merayakan kesuburan.
Menurut National Geographic, musim semi sering diartikan sebagai kehidupan baru, bunga, dan kesuburan. Setiap Februari, bangsa Romawi kuno menyingkirkan hal-hal lama untuk menyambut hal-hal baru.
Terdengar menyenangkan, namun Lupercalia adalah perayaan yang cukup sadis dan penuh dengan kekerasan seksual. Dilansir dari Museum Nasional Del Prado, sesuai dengan lukisan karya Andrea Camassei dalam perayaan ini para suami memecut istri-istri mereka untuk membuat mereka lebih subur. Pengorbanan hewan banyak dilakukan dalam perayaan ini serta perjodohan paksa yang dipercaya dapat menangkal roh jahat serta ketidaksuburan.
Setiap Perayaan Lupercalia dimulai dengan mengorbankan kambing-kambing dan seekor anjing oleh para Luperci. Kemudian dua orang Luperci menuju altar lalu menyentuhkan jidat mereka ke pisau berdarah yang digunakan untuk menyembelih hewan kurban.
Setelah itu darah yang menempel diseka dengan wol yang dicelupkan ke susu. Selama ritual dilaksanakan, kedua Luperci harus terus tertawa. Setelah ritual itu, hewan kurban dinikmati dalam pesta perayaan.
Lalu Luperci memotongi kulit hewan kurban menjadi menjadi pecut yang digunakan untuk memecut perempuan yang mereka temui selama berlari mengelilingi area tersebut. Pecut yang diterima para perempuan ini dipercaya dapat membuat para perempuan ini lebih subur.
Pada tahun 391 Masehi, semua perayaan non-Kristen dilarang, Lupercalia tetap dirayakan masyarakat Roma. Hingga pada 494 Masehi, Paus Gelasius I melarang orang-orang untuk berpartisipasi dalam festival ini.
Sebagai gantinya, dia mengapropriasi atau menggantikan perayaan ini dengan Pesta Kesucian Perawan Maria pada 2 Februari setiap tahun dan Hari Valentine pada 14 Februari.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
