Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Juni 2024 | 16.57 WIB

Teks Khutbah Jumat Terbaru Edisi Bulan Dzulhijah Tentang Rasa Syukur dan Kualitas Rezeki Manusia

Ilustrasi perbedaan Takbir Idul Fitri dan Idul Adha./pexels - Image

Ilustrasi perbedaan Takbir Idul Fitri dan Idul Adha./pexels

JawaPos.com – Teks khutbah Jumat sangat dibutuhkan oleh khatib untuk menyampaikan pesan-pesan agama dan hikmah ketika umat Islam melaksanakan sholat Jumat.

Tema teks khutbah jumat bisa dikaitkan dengan bulan yang ada di kalender hijriyah, momen keagamaan Islam, atau hari besar yang sedang berlangsung.

Teks khutbah kali ini akan membahas tentang kualitas dan kuantitas rezeki yang dimiliki oleh manusia, serta bagaimana rasa syukur dapat menambah rezeki yang Allah berikan.

Sejatinya, rezeki setiap makhluk telah ditentukan oleh Allah. Namun, hal ini tidak dapat dihitung secara matematis. Untuk selengkapnya, baca artikel teks khutbah jumat ini hingga selesai.

Dilansir dari laman resmi Kemenag pada (12/6), berikut ini teks khutbah jumat dengan tema pentingnya kualitas rezeki dan rasa syukur seorang hamba.

إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَاهَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّوَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: ‎وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Jamaah Shalat Jumat yang dirahmati Allah,

Sebuah keniscayaan bagi setiap umat manusia untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan dan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat yang tidak terhitung satu persatu. Perlu disadari bahwa nikmat dari Allah ini bukan dalam bentuk materi saja. Nikmat kesempatan, kesehatan, iman, dan Islam jauh lebih berharga dari sekadar nikmat materi yang kita punya.

Bayangkan, jika harta banyak tapi kita tidak bisa menikmatinya karena sakit-sakitan. Bagaimana rasanya jika jabatan tinggi tapi hati tidak merasa tenang. Oleh karena itu, sebagai seorang makhluk, kita harus menyadari bahwa ada yang memiliki segalanya dari kita dan berhak atas segala perjalanan kehidupan kita di dunia ini yakni Allah SWT sang Pencipta.

Jamaah shalat jumat yang dirahmati Allah

Di zaman sekarang ini banyak manusia yang semakin menunjukkan sikap hedonis. Hedonisme merupakan pandangan terhadap kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup.

Gaya hidup ini membuat manusia berusaha mencari kebahagiaan dengan mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya dengan segala cara. Usaha untuk memperoleh harta pun tidak mempedulikan aturan agama dan norma yang ada. Halal atau haram tabrak saja yang penting harta banyak dan kebahagiaan bisa dirasa.

Saat ini juga kita rasakan banyak manusia yang mementingkan kuantitas dari pada kualitas harta. Manusia modern mementingkan jumlah daripada berkah harta yang dimiliki. Ini terlihat dari orientasi hidup dan prinsip manusia saat ini yang beranggapan bahwa hidup dan rezeki adalah matematika. Padahal rezeki dalam kehidupan ini tidak bisa dihitung dengan ilmu matematika. Banyak yang bermodal besar tapi tidak mendapat untung besar dalam usaha. Sementara banyak yang usaha kecil tapi rezeki terus mengalir. Itu adalah rahasia Allah SWT.

Banyak kita lihat orang bekerja, pergi pagi pulang sore, peras keringat, banting tulang, sampai-sampai berani meninggalkan shalat dan ibadah wajib lainnya tapi kehidupan ekonominya begitu-begitu saja. Sementara ada yang bekerja dengan biasa-biasa saja, bisa menjalankan ibadah dengan tenang, tapi rezeki yang didapatnya terus mengalir dan berlipat ganda.

Ini menjadi renungan bersama bahwa Allah SWT selalu menjamin rezeki masing-masing manusia. Rezeki manusia tidak akan tertukar dengan rezeki orang lain. Yang terpenting adalah berusaha dengan baik sambil berdoa dan menyadari bahwa Allah telah membagi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki. Allah Ta’ala berfirman dalam Surat Ali ‘Imran ayat 37:

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore