
Ilustrasi perbedaan Takbir Idul Fitri dan Idul Adha./pexels
JawaPos.com – Teks khutbah Jumat sangat dibutuhkan oleh khatib untuk menyampaikan pesan-pesan agama dan hikmah ketika umat Islam melaksanakan sholat Jumat.
Tema teks khutbah jumat bisa dikaitkan dengan bulan yang ada di kalender hijriyah, momen keagamaan Islam, atau hari besar yang sedang berlangsung.
Teks khutbah kali ini akan membahas tentang kualitas dan kuantitas rezeki yang dimiliki oleh manusia, serta bagaimana rasa syukur dapat menambah rezeki yang Allah berikan.
Sejatinya, rezeki setiap makhluk telah ditentukan oleh Allah. Namun, hal ini tidak dapat dihitung secara matematis. Untuk selengkapnya, baca artikel teks khutbah jumat ini hingga selesai.
Dilansir dari laman resmi Kemenag pada (12/6), berikut ini teks khutbah jumat dengan tema pentingnya kualitas rezeki dan rasa syukur seorang hamba.
إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَاهَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّوَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Jamaah Shalat Jumat yang dirahmati Allah,
Sebuah keniscayaan bagi setiap umat manusia untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan dan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat yang tidak terhitung satu persatu. Perlu disadari bahwa nikmat dari Allah ini bukan dalam bentuk materi saja. Nikmat kesempatan, kesehatan, iman, dan Islam jauh lebih berharga dari sekadar nikmat materi yang kita punya.
Bayangkan, jika harta banyak tapi kita tidak bisa menikmatinya karena sakit-sakitan. Bagaimana rasanya jika jabatan tinggi tapi hati tidak merasa tenang. Oleh karena itu, sebagai seorang makhluk, kita harus menyadari bahwa ada yang memiliki segalanya dari kita dan berhak atas segala perjalanan kehidupan kita di dunia ini yakni Allah SWT sang Pencipta.
Jamaah shalat jumat yang dirahmati Allah
Di zaman sekarang ini banyak manusia yang semakin menunjukkan sikap hedonis. Hedonisme merupakan pandangan terhadap kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup.
Gaya hidup ini membuat manusia berusaha mencari kebahagiaan dengan mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya dengan segala cara. Usaha untuk memperoleh harta pun tidak mempedulikan aturan agama dan norma yang ada. Halal atau haram tabrak saja yang penting harta banyak dan kebahagiaan bisa dirasa.
Saat ini juga kita rasakan banyak manusia yang mementingkan kuantitas dari pada kualitas harta. Manusia modern mementingkan jumlah daripada berkah harta yang dimiliki. Ini terlihat dari orientasi hidup dan prinsip manusia saat ini yang beranggapan bahwa hidup dan rezeki adalah matematika. Padahal rezeki dalam kehidupan ini tidak bisa dihitung dengan ilmu matematika. Banyak yang bermodal besar tapi tidak mendapat untung besar dalam usaha. Sementara banyak yang usaha kecil tapi rezeki terus mengalir. Itu adalah rahasia Allah SWT.
Banyak kita lihat orang bekerja, pergi pagi pulang sore, peras keringat, banting tulang, sampai-sampai berani meninggalkan shalat dan ibadah wajib lainnya tapi kehidupan ekonominya begitu-begitu saja. Sementara ada yang bekerja dengan biasa-biasa saja, bisa menjalankan ibadah dengan tenang, tapi rezeki yang didapatnya terus mengalir dan berlipat ganda.
Ini menjadi renungan bersama bahwa Allah SWT selalu menjamin rezeki masing-masing manusia. Rezeki manusia tidak akan tertukar dengan rezeki orang lain. Yang terpenting adalah berusaha dengan baik sambil berdoa dan menyadari bahwa Allah telah membagi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki. Allah Ta’ala berfirman dalam Surat Ali ‘Imran ayat 37:

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
