← Beranda

7 Cara Memanen dan Menyimpan Ubi Jalar agar Rasa Lebih Manis, Tanaman Tetap Sehat hingga Musim Berikutnya

Nurul FitriyahSenin, 2 Juni 2025 | 17.10 WIB
Ilustrasi ubi jalar. (Freepik)

JawaPos.com – Memanen dan menyimpan ubi jalar pada waktu serta cara yang tepat sangat menentukan kualitas rasa dan ketahanan umbi hingga musim berikutnya.

Ubi jalar merupakan umbi akar yang tumbuh di bawah tanah dan memiliki rasa manis alami, kaya serat serta nutrisi penting.

Mengetahui cara dan waktu memanen ubi jalar membantu menjaga kualitas rasa, mencegah kerusakan umbi, dan memperpanjang masa simpan secara optimal.

Berikut 7 cara memanen dan menyimpan ubi jalar agar rasa lebih manis dan tanaman tetap sehat hingga musim berikutnya dilansir dari laman Thespruce, Senin (2/6):

1. Waktu Panen yang Tepat

Ubi jalar idealnya dipanen setelah 90 hingga 120 hari sejak penanaman, tergantung jenis varietasnya. Tanda tanaman siap panen terlihat dari daun yang mulai menguning secara alami.

Panen sebelum suhu tanah menurun drastis, karena embun beku merusak tekstur dan rasa umbi. Waktu terbaik memanen adalah saat cuaca mendung dan tanah dalam kondisi gembur serta lembab ringan.

2. Alat Panen yang Sesuai

Gunakan sekop atau garpu taman untuk menggali tanah secara hati-hati di sekitar batang utama. Penggalian sebaiknya dilakukan sedalam 15 hingga 20 cm untuk menghindari umbi tergores atau pecah.

Jika tanaman tumbuh di tanah longgar, cabut batang utama untuk menarik akar utama keluar. Saring tanah menggunakan tangan untuk memastikan tidak ada umbi tertinggal di dalam tanah.

3. Penanganan Pasca-Panen

Pisahkan umbi yang rusak atau tergores untuk segera dikonsumsi. Jangan mencuci umbi setelah dipanen agar tidak mempercepat pembusukan.

Letakkan umbi di atas permukaan kering dan teduh selama proses pengawetan. Suhu ideal untuk pengawetan adalah 27°C hingga 32°C dengan kelembaban tinggi selama 4 hingga 10 hari.

4. Penyimpanan Jangka Panjang

Setelah diawetkan, simpan ubi jalar di tempat sejuk dan gelap bersuhu 13°C hingga 16°C. Gunakan keranjang atau kotak berisi jerami atau bahan kering, hindari tumpukan terlalu rapat.

Setiap umbi dapat dibungkus dengan kertas koran agar tidak saling bersentuhan. Dalam kondisi tepat, umbi dapat bertahan hingga 12 bulan tanpa kehilangan rasa dan tekstur.

5. Pemanfaatan Daun dan Batang

Tanaman merambat dapat mencapai panjang 300 hingga 600 cm dan menghasilkan daun dalam jumlah banyak. Batang yang berakar di luar pusat tanaman sebaiknya dipangkas agar tidak mengurangi hasil panen.

Daun ubi jalar dapat dimasak sebagai sayur, bertekstur seperti bayam dan memiliki rasa lembut. Bagian batang yang tidak digunakan dapat dijadikan pakan ternak atau bahan kompos alami.

6. Pemilihan Varietas Unggul

Beauregard dan Garnet merupakan jenis yang cepat panen dan bertekstur manis. Jewel cocok untuk penyimpanan panjang karena daya tahannya tinggi.

Vardamon cocok ditanam di kebun kecil karena pertumbuhannya kompak dan produktif. Pilih varietas sesuai iklim setempat agar hasil panen maksimal dan adaptif terhadap lingkungan.

7. Perhatikan Ciri Kematangan

Bunga tidak menjadi indikator utama kesiapan panen, karena tidak semua varietas berbunga. Periksa waktu tanam dan amati warna daun sebagai patokan yang lebih akurat.

Meninggalkan umbi terlalu lama di tanah membuatnya keras, berserat, dan kehilangan rasa. Panen sebelum suhu tanah turun drastis membantu menjaga kelembutan dan rasa manis alami.

Pemahaman mengenai cara dan waktu panen ubi jalar secara tepat sangat berpengaruh terhadap kualitas rasa, umur simpan, serta hasil panen yang optimal untuk musim tanam berikutnya. (*)

EDITOR: Siti Nur Qasanah