← Beranda

Bytedance Dilaporkan akan Menjual Moonton, Developer Game Popular Mobile Legends

Muhammad Naufal AnwarJumat, 17 November 2023 | 03.43 WIB
Logo Moonton / Sumber : Moonton

JawaPos.com – Perusahaan pemilik TikTok, ByteDance dikabarkan sedang mendiskusikan penjualan developer unit game Mobile Legends, Moonton.

ByteDance dilaporkan sedang membicarakan mengenai penjualan Moonton dengan calon pembeli, dua tahun setelah mengakuisisi unit yang berbasis di Shanghai tersebut dengan kesepakatan senilai $4 miliar atau sekitar Rp 56 triliun.

Developer yang berbasis di Shanghai, Moonton, telah mengembangkan game mobile populer "Mobile Legends: Bang Bang", yang telah diakuisisi oleh ByteDance pada 2021.

Baca Juga: Iko Uwais dan Al Ghazali Jadi Karakter Game Mobile Legend dalam Film

Kesepakatan ini dianggap sebagai investasi terbesar ByteDance untuk menjadi perusahaan besar di pasar video game global yang bernilai $187 miliar atau sekitar Rp 2,618 triliun.

Beberapa perusahaan telah melakukan diskusi terkait penjualan Moonton dengan ByteDance, termasuk salah satunya adalah perusahaan yang berbasis di Arab Saudi.

Tahapan diskusi mengenai penjualan yang dilakukan ByteDance, masih dalam langkah awal dan belum ada kesepakatan. Menurut narasumber, rencana tersebut karena ByteDance memilih untuk fokus pada bisnis utamanya.

Baca Juga: Iluni UI Gelar Turnamen Mobile Legend, Undang Ribuan Gamers Bertarung

Upaya ByteDance untuk mengembangkan video game terbukti sangat sukses hingga saat ini. Dibangun pada 2014, Moonton mencapai kesuksesan dengan game pertarungan online multiplayer "Mobile Legends".

Setelah kesuksesan ByteDance dengan game online “Mobile Legends”, akan tetapi perusahaan hingga saat ini masih belum meluncurkan game online populer lainnya.

Kinerja Moonton yang kurang memuaskan semenjak diakuisisi menjadi penyebab di balik keputusan ByteDance untuk menjualnya. Dikutip JawaPos.Com dari Reuters, Kamis (16/11).

Baca Juga: MPL Indonesia Season 6 Segera Dihelat, Gamers Mobile Legend Siap-siap

ByteDance, perusahaan induk dari platform media sosial TikTok, telah mengalami beberapa kesulitan dalam usahanya untuk mengembangkan industri di bidang game.

Tahun lalu, ByteDance memutuskan untuk menghentikan unit pengembangan game yang berbasis di Shanghai, 101 Studio. Pada bulan ini, ByteDance mengatakan akan memperbarui unit virtual reality.

Perusahaan ini akan mengubah unit virtual reality (VR) Pico untuk fokus pada pengembangan perangkat keras, mengurangi perangkat lunak, dan segala hal yang berhubungan dengan game.

Kesepakatan ByteDance untuk mengakuisisi Moonton disusul dengan adanya kebijakan pemerintah Tiongkok yang secara tiba-tiba melarang bisnis video game.

Kebijakan pemerintah Tiongkok ini mengakibatkan industri pengembangan game mengalami penurunan penjualan untuk pertama kalinya pada tahun lalu.

Baca Juga: India Blokir 59 Aplikasi Buatan Tiongkok, TikTok Sampai Mobile Legend

Pihak Moonton menyatakan di situs resminya bahwa perusahaan ini memiliki lebih dari 1.600 karyawan dari seluruh dunia. Selain di Tiongkok, perusahaan ini juga beroperasi di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Hong Kong.

EDITOR: Nicolaus