← Beranda

Memelihara Ikan Molly, Murah tapi Menyenangkan

Dhimas GinanjarSenin, 15 Februari 2021 | 01.48 WIB
MENGGEMASKAN: Ikan golden molly dipajang di Larizki Fish, kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, Minggu (7/2). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
Di tengah ramainya penghobi ikan hias, ada pasar ikan-ikan mungil yang tak pernah mati. Molly salah satunya. Ikan air tawar asal Meksiko satu ini punya tampilan menggemaskan dengan perut buncitnya yang khas.

---

GERAKANNYA yang lemah gemulai mirip goyang Kizomba dari Meksiko. Perawatan yang mudah dan harganya yang ramah di kantong membuat si mungil ini banyak digemari.

Ada banyak jenis molly. Mereka dibedakan berdasar warnanya. Kini, setidaknya ada 12 jenis yang sudah berhasil dikembangkan. Mulai yang populer black molly, golden, black sailfin, dalmation, balon, silver sailfin, marble, lyretail, wild green sailfin, liberty, yucatan, hingga poecilia latipinna.

Namun, jenis-jenis molly akan terus bertambah seiring kawin silang yang dilakukan para breeder. Jenis yang paling diminati saat ini adalah golden dan marble. Tentu, karena warnanya yang indah di pandang mata. ”Dua jenis ini yang paling disukai,’’ ujar pembudi daya molly Pramuti Dhayu Rizkita.

Jenis molly juga bisa dibedakan dari ukuran tubuhnya. Misalnya short body, tubuh panjang atau biasa disebut sailfin, dan ekor bercabang. Semua itu hasil persilangan dengan berbagai jenis molly. ’’Bahkan, ada yang disilang dengan ikan platy, ikan jenis lain,” ujarnya.

Keindahan warna dipadu gerakan molly yang lucu memang menjadi obat mujarab penghilang stres dan kebosanan. Apalagi bila ditempatkan dengan ikan-ikan mungil lainnya di dalam aquascape yang ciamik. ”Badannya yang gemuk-gemuk itu lucu banget,” tutur perempuan 31 tahun tersebut.

Kendati murah, ikan bernama Latin Poecilia spenos tersebut memiliki pasar tersendiri. Bahkan, karena murah itulah penjualan molly selalu laris manis. Harganya sebelum pandemi Covid-19 memang hanya Rp 2 ribu-Rp 5 ribu per ekor. Tapi, pascapandemi, harganya sudah naik berlipat-lipat. Mulai Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu. ”Bisa lebih (mahal) dari itu,” tuturnya.

Pemilik Larizki Ikan Hias itu kini memiliki sedikitnya 500 ekor molly. Tapi, tidak semuanya dijual. Banyak molly langka yang wajib disimpan sebagai indukan. Misalnya, marble bermotif, molly tiga warna, short body, dan putih polos.

Bagi pemula, si molly ini layak dipertimbangkan untuk dipilih. Sebab, cara merawatnya tidaklah sulit. Ikan ini hanya perlu pakan yang terus tersedia. Tidak sampai kehabisan dalam waktu cukup lama. Pakan yang paling baik itu cacing sutra. Namun, pelet juga doyan. ”Yang terpenting, kalau di akuarium pakannya tinggal sedikit, langsung dikasih lagi,” ujarnya.

Memelihara molly juga tidak mesti di dalam akuarium. Menggunakan toples dan baskom pun jadi. ’’Tidak neko-neko ikannya,” jelas perempuan yang tinggal di Pamulang tersebut.

Baca Juga: Bank Salah Transfer, Uang Dibelanjakan, Tak Bisa Kembalikan, Disidang

Molly juga mudah dikembangbiakkan. Dia menuturkan, tingkat hidup anakan molly sangat tinggi. Mencapai 80 persen. Apalagi, memang molly mudah untuk beranak pinak. ”Hanya saja, kalau beli di pasaran, sulit untuk mendapatkan molly jantan,” tuturnya.

Memang, dalam setiap kelahiran, molly jantan terbilang jarang. Kebanyakan anak molly berjenis betina. Maka, kalau ada jantan, di-keep juga oleh pembudi dayanya. ”Kalau mau molly jantan, ya ke pembudi daya langsung,” paparnya. Kendala lain yang juga perlu diwaspadai adalah perubahan cuaca yang ekstrem. Biasanya kondisi itu membuat PH air berubah drastis.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=SPqav6t8eEk
EDITOR: Dhimas Ginanjar