alexametrics

Tanah Padas Plus Kompos Jadi Kebun Produksi

Bertanam dari Rumah ala Kebun Mba Tias
29 November 2021, 07:59:25 WIB

Tongkat kayu dan batu jadi tanaman benar-benar terwujud di rumah Heningtias Gahas Rukmana. Pisang, kelor, hingga cabai, dan tanaman empon-empon ada di kebunnya. Semua tumbuh subur, tanpa tambahan pupuk atau pestisida pabrikan.

TIAS, sapaan Heningtias, mengenang halaman rumahnya di Bantul saat awal ditempati sekitar lima tahun lalu yang masih khas perumahan baru. Yakni, tanah urukan yang isinya padas bercampur bongkaran.

Nyaris mustahil jadi kebun, kecuali bertanam di pot. ’’Batuan yang besar dipilah, disusun jadi pinggiran bedeng,’’ paparnya. Tanahnya diolah jadi kompos, dengan tambahan sampah dapur dan kotoran ternak.

Penggarapan kompos yang lekat dengan bau dan serangga tidak jadi masalah buat Tias. Pemilik lembaga edukasi dan pengolahan produk Kebun Mba Tias tersebut menilai, keberadaan serangga dan hewan renik lain justru jadi pertanda baik. Sebab, mereka membantu penguraian. ’’Justru, kalau nggak ada itu, sampah-sampah tadi nggak akan jadi kompos,’’ tegasnya.

Sementara itu, untuk menghalau bau, Tias juga punya trik unik. Dia tidak menggunakan penutup atau tambahan enzim. ’’Kalau dilihat, di pojok kebun dekat kompos, ada pohon pepaya. Itu jenis pepaya jantan,’’ imbuh alumnus UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta, itu. Bunga pepaya jantan, dengan ciri khas batang bunga panjang dan bunga kecil berkelompok, memiliki aroma wangi yang bisa menyamarkan bau.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : fam/c12/ai

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads