alexametrics

Pesona Tifa dan Aerith Bikin FF VII Remake Kian Sempurna di Mata Fans

28 April 2020, 15:50:18 WIB

JawaPos.com – Para penggemar seri game RPG Final Fantasy masih dibuai oleh keapikan Final Fantasy VII Remake yang rilis pada 10 April lalu. Lebih dari sekadar sensasi nostalgia, FF VII Remake juga menawarkan gameplay yang sama sekali baru dan diterima dengan positif oleh kebanyakan gamer.

Selain gameplay, kekuatan utama dari FF VII Remake terletak pada penokohan dan desain para karakternya yang berhasil dieksekusi dengan sangat baik. Dari sederet tokoh ikonik yang pernah muncul pada game pendahulunya 23 tahun silam di platform Playstation generasi pertama (PSX), ada dua nama yang kehadirannya sangat ditunggu-tunggu: Tifa Lockhart dan Aerith Gainsborough.

Bagi yang mengikuti atau pernah memainkan FF VII di PSX, Tifa dan Aerith tentunya sudah tidak asing lagi. Keduanya digambarkan sebagai sosok wanita cantik dengan karakter yang bertolak belakang: Tifa adalah sosok gadis baik hati dan lembut namun punya kekuatan dan kemampuan bertarung luar biasa, sementara Aerith merupakan gadis periang nan genit dengan ilmu sihir mumpuni.

Dalam FF VII, karakter keduanya sudah bisa tergambar cukup baik meski masih dalam tampilan pixelated dan belum melibatkan pengisi suara di dalamnya. Di FF VII Remake yang rilis secara eksklusif untuk Playstation 4 (PS4), Tifa dan Aerith boleh dibilang sukses membuat para fans kepincut. Selain karena tampilan grafis yang sudah mumpuni, kehadiran pengisi suara keduanya juga sukses membuat karakter kedua gadis yang ‘memperebutkan’ tokoh sentral Cloud Strife itu semakin hidup.

Adalah Britt Baron dan Briana White, dua pengisi suara yang sukses menjalankan tugas mereka dengan sangat baik. Didapuk untuk mengisi dua karakter perempuan bersejarah di dunia Final Fantasy, keduanya mengaku sangat puas dan bersyukur para fans sangat senang dengan penjiwaan mereka.

 

Romansa Tanpa Romantisasi

 

Baron, pengisi suara Tifa, menuturkan bahwa ia cukup banyak melakukan riset di internet untuk bisa menyatu dengan karakter bartender di bar Seventh Heaven tersebut. Salah satu topik yang menarik perhatiannya adalah kisah asmara cinta segitiga antara Tifa, Aerith dan Cloud.

Perdebatan ini sendiri memang bukan hal baru di kalangan fans seluruh dunia. Meskipun tidak terlalu menjadi sorotan utama dalam keseluruhan kisah FF VII, namun romansa antara ketiga tokoh tersebut harus diakui menjadi bumbu cerita yang menarik untuk dibahas. Ibarat film Si Doel Anak Sekolahan, Cloud ibarat Bang Doel yang dihadapkan kepada keputusan berat untuk memilih Sarah atau Zaenab.

“Di internet, banyak sekali Tim Tifa dan Tim Aerith. Mereka memperdebatkan siapa yang lebih layak menjadi kekasih hati Cloud Strife. Jadi, aku awalnya berpikir bahwa aku harus memerankan karakter yang sedang berada di tengah kompetisi asmara,” ujar Baron seperti dilansir Gizmodo.

Tifa Lockhart (Square Enix)

Namun, lewat riset mendalam, Baron akhirnya memahami bahwa baik Tifa maupun Aerith adalah dua sosok perempuan tangguh yang bersedia menjadi support system bagi Cloud dan para karakter lainnya. Ia juga mensyukuri bahwa dalam FF VII Remake, Tifa dan Aerith lebih banyak digambarkan sebagai sepasang sahabat ketimbang pesaing.

“Jika aku harus memerankan Tifa yang berjuang setengah mati mengambil hati Cloud, mungkin aku akan kecewa. Tapi pada akhirnya aku senang sekali karena karakter Tifa maupun Aerith yang sesungguhnya sebagai dua perempuan hebat yang tetap bisa bekerjasama dengan baik meski menyukai pria yang sama,” ujar Baron.

Senada dengan Baron, White sang pengisi suara Aerith pun mengutarakan pendapat yang sama. Ia bersyukur bumbu-bumbu asmara dalam FF VII Remake tidak diromantisasi sedemikian rupa layaknya film-film drama.

“Kekuatan dari Final Fantasy adalah penokohan kuat dan hubungan satu karakter dengan karakter lain yang begitu nyata dan hidup. Aerith dan Tifa, dalam game ini, sedang berjuang untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran. Maka dari itu, tentu jadi sangat tidak masuk akal jika mereka harus saling menjatuhkan atau bahkan bertarung untuk memperebutkan seorang pria,” ujar White.

Aerith Gainsborough (Square Enix)

‘Keadilan’ untuk Tifa dan Aerith ihwal menjalin hubungan dengan Cloud juga dirancang sedemikian rupa oleh Square Enix agar keduanya bisa punya porsi yang imbang. Dalam game ini, seperti di FF VII terdahulu, pemain akan disuguhkan sejumlah opsi yang pada akhirnya akan menentukan siapa yang punya ikatan lebih dekat dengan Cloud.

“Kami sadar betul di luar sana ada banyak pendapat soal Tifa dan Aerith. Maka dari itu, kami sengaja merancang jalan cerita dengan seimbang. Ada masa di mana Cloud akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan Tifa, dan di waktu berikutnya ia akan lebih lama dengan Aerith,” ujar Co Director FF VII Remake Naoki Hamaguchi seperti dilansir CBS.

Keputusan ini pada akhirnya terbukti sangat tepat. Karakter Tifa maupun Aerith berhasil dikembangkan dengan sedemikian rupa dan menyentuh hati para penggemar yang memainkan game ini.

Jalan cerita maupun kisah asmara antara Tifa, Aerith dan Cloud mungkin tidak lebih seru dari drama Korea. Namun, yang pasti, pesona keduanya sukses membuat FF VII Remake menjadi game yang nyaris sempurna di mata para fans.

Editor : Banu Adikara



Close Ads