alexametrics

Game Pertama Sukses Besar, Game Kedua FF VII Remake Sudah Dikembangkan

27 April 2020, 15:18:23 WIB

JawaPos.com – Game action RPG Final Fantasy VII Remake menuai sukses besar di pasaran. Rilis pada 10 April lalu di platform Playstation 4, game hasil adaptasi game Playstation generasi pertama (PSX) tersebut menuai banyak pujian, khususnya dari para penggemar seri Final Fantasy.

Diumumkan pertama kali akan meluncur di PS4 pada 2015 lalu, Square Enix selaku pengembang sudah mengatakan bahwa game ini tidak akan langsung tamat. FF VII Remake, seperti yang sudah diketahui banyak orang, akan rilis dalam beberapa bagian di masa mendatang. Singkatnya, game FF VII Remake yang baru saja rilis kemarin adalah bagian pertama dari rangkaian perjalanan panjang Cloud Strife dan kawan-kawannya.

Pertanyaan besarnya tentu adalah kapan bagian kedua FF VII Remake akan rilis. Sebagian fans khawatir bahwa bagian kedua FF VII Remake baru akan rilis pada 2025 nanti, mengingat bagian pertamanya butuh pengembangan dalam rentang waktu yang sama.

Namun, Square Enix memberikan angin segar. Dilansir dari Screen Rant, produser FF VII Remake Yoshinori Kitase mengonfirmasi bahwa game kedua FF VII Remake sudah dalam proses pengembangan. Meski tidak menyebutkan target rilis game ini, ia mengindikasikan bahwa para penggemar tidak perlu menunggu hingga 5 tahun seperti penantian game pertama.

FF VII Remake sendiri merupaka salah satu dari tiga game PS4 dengan penjualan tercepat. Dia game lainnya adalah Spider-Man dan God of War. Tercatat dalam waktu tiga hari setelah rilis, FF VII Remake sudah terjual lebih dari 3,5 juta kopi, baik secara fisik maupun digital.

FF VII Remake, seperti FF VII yang rilis di PSX, bercerita tentang seorang tentara bayaran bernama Cloud Strife yang disewa oleh kelompok eco-terrorist AVALANCHE untuk menghancurkan perusahaan raksasa Shinra Electric Power Company yang mengeksploitasi mako, sumber energi utama Gaia (nama bumi dalam dunia FF VII). Selain menghadapi Shinra, Cloud juga masih terus berkutat dengan masa lalu yang masih terus menghantuinya.

Editor : Banu Adikara



Close Ads