Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Juni 2025 | 04.15 WIB

Kecemasan Berulang Bisa Jadi Tanda Awal FIC pada Kucing, Kenali Gejala dan Faktor Pemicunya

Ilustrasi kecemasan pada kucing. (Freepik) - Image

Ilustrasi kecemasan pada kucing. (Freepik)

JawaPos.com – Kecemasan yang muncul terus-menerus pada kucing terbukti memiliki kaitan dengan risiko terkena sistitis idiopatik kucing atau Feline Idiopathic Cystitis (FIC), suatu kondisi misterius yang berdampak pada kesehatan saluran kemih bawah.

Sistitis idiopatik kucing adalah gangguan peradangan pada kandung kemih tanpa penyebab infeksi yang jelas dan sering kali berulang.

Menurut Marion Desmarchelier, ilmuwan medis zoologi dari Universitas Montreal, gejala FIC bisa dipicu oleh gangguan psikologis seperti kecemasan tinggi.

Pemahaman tentang hubungan antara stres dan gangguan saluran kemih pada kucing memberikan peluang besar untuk mencegah kekambuhan serta menjaga kualitas hidup hewan peliharaan tersebut.

Berikut kecemasan berulang bisa jadi tanda awal FIC pada kucing, kenali gejala dan faktor pemicunya dilansir dari laman Science Alert, Selasa (24/6):

1. Gejala Khas FIC

Kucing dengan FIC biasanya menunjukkan perilaku seperti mengejan saat buang air kecil dan sering masuk ke kotak pasir. Beberapa bahkan mengeluarkan suara kesakitan atau terlihat tidak nyaman saat berkemih.

Dalam kondisi parah, urin dapat mengandung darah meskipun tidak ditemukan infeksi bakteri. Pola ini sering disalah artikan sebagai infeksi saluran kemih biasa.

2. Faktor Pemicu Psikologis

Studi menunjukkan bahwa sistem saraf dan hormon, terutama adrenalin, memainkan peran penting dalam munculnya FIC. Kelebihan adrenalin dapat merusak jaringan kandung kemih dan memicu nyeri serta peradangan.

Ketidakseimbangan ini biasanya terjadi pada kucing dengan tingkat stres tinggi. Tekanan emosional yang terus berlangsung meningkatkan risiko kekambuhan.

3. Kecemasan sebagai Indikator Awal

Kucing yang tampak gugup, menghindari orang asing, atau terlalu sensitif terhadap perubahan lingkungan cenderung lebih rentan terhadap FIC berulang. Perilaku menarik diri lebih berkaitan dengan FIC dibandingkan agresivitas.

Tim peneliti menemukan lebih dari 50% kucing dengan FIC hanya mengalami 1 kali kejadian, sedangkan hampir seluruh kucing yang kambuh menunjukkan tanda cemas. Hal ini memperkuat hipotesis keterkaitan antara kondisi mental dan fisik.

4. Dampak Ekonomi dan Emosional

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore