
Ilustrasi: Kemenangan Team Liquid di Dota 2 The International. (GosuGamers)
JawaPos.com - The International (TI) 2024, turnamen kejuaraan tahunan Dota 2, ditutup dengan kemenangan gemilang bagi Team Liquid.
Dalam serangkaian pertandingan yang menegangkan, mereka menunjukkan dominasi mereka atas para pesaing dan mengamankan gelar TI kedua mereka.
Dilansir dari GosuGamers, Team Liquid berhasil mengalahkan Gaimin Gladiators di babak final. Hal tersebut menjadi bukti skull terbaik dan kerja sama tim yang luar biasa dari Team Liquid.
Meskipun menghadapi lawan yang tangguh, mereka tetap tenang dan menjalankan strategi mereka dengan sempurna. Kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan gaya permainan yang berbeda dan memanfaatkan kesalahan lawan merupakan faktor kunci keberhasilan mereka.
Dalam turnamen Dota 2 bergengsi itu, Indonesia sempat memiliki satu pemain yang bertahan. Dia adalah Matthew ’’Whitemon” Filemon, satu-satunya pemain Indonesia yang tersisa di The International (TI) 2024.
Bersama Tundra Esports, sebelumnya Whitemon sempat melaju ke babak 6 besar dan menghadapi Gaimin Gladiators di Royal Arena, Copenhagen, Denmark. Hasil itu juga membuat dia menjadi pemain Indonesia dengan prestasi tertinggi di ajang terbesar Dota 2.
Kesempatan tersebut menjadi kali ketiga bagi Whitemon berhasil melaju ke The International. Memulai debut pada kompetitif Dota 2 bersama tim Indonesia, yakni EVOS Esports di 2018, Whitemon sukses menjadi pemain Indonesia pertama yang lolos ke The International bersama Kenny ’’Xepher” Deo pada 2021.
Sementara bagi Team Liquid, mereka berhasil memenangkan setiap pertandingan yang mereka mainkan di Playoff. Satu-satunya kekalahan mereka terjadi selama fase penyisihan Grup dan fase Penentuan Unggulan.
Ini juga menandai tahun ketiga berturut-turut di mana grand final TI berakhir dengan kemenangan telak 3-0.
Dengan kemenangan tersebut, Team Liquid berhasil mengklaim hadiah utama sebesar USD 1,15 juta dari total hadiah turnamen sebesar USD 2,56 juta serta Aegis of Champions kedua organisasi tersebut setelah yang pertama dari TI 2017.
Offlaner Liquid Neta “33” Shapira juga menjadi anggota kesepuluh dari klub Dota 2 yang terdiri dari juara TI dua kali, setelah memenangkan gelar pertamanya bersama Tundra Esports di TI 2022.
Tidak hanya itu, ia kini telah membentuk klub eksklusifnya sendiri sebagai pemain pertama yang menjadi juara TI dengan dua tim yang berbeda.
Sementara itu, Gaimin Gladiators tersingkir dari TI 2024 dengan menempati posisi kedua yang patut dipuji, dan akan membawa pulang lebih dari USD 350.000 atas usaha mereka. Aegis terus menghindar dari mereka karena mereka kini gagal mencapai puncak untuk tahun kedua berturut-turut, setelah kalah dari Team Spirit di final besar TI 2023.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
