alexametrics

Ikan Channa Pulchra, Merak Air Asal Myanmar

24 April 2022, 11:07:38 WIB

Channa pulchra direkomendasikan untuk pemula yang ingin memulai hobi memelihara ikan predator. Perawatannya terbilang mudah. Meski demikian, kecantikannya tak kalah dari jenis Channa lainnya.

Dengan pemilihan substrat yang tepat, warna pulchra bisa terlihat bersinar di dalam tank.


DILAN berenang dengan tenang di dalam tank. Sisiknya dibalut warna abu-abu kebiruan dengan bintik oranye.

Kesan eksotis ikan asli perairan Myanmar itu begitu kuat, Dilan yang dimaksud tentu bukan tokoh fiksi di dalam novel, melainkan Channa pulchra milik Syafiarum Santika, penghobi ikan asal Surabaya.

Selain sisiknya, ada keistimewaan tersendiri yang tak dimiliki jenis Channa lainnya. Siripnya diselimuti warna hitam dengan paduan putih.

Pada bagian kepala, juga terlihat motif bintik. Sirip dadanya dihiasi corak setengah lingkaran berwarna putih. Memandangnya menjadi tak menjemukan.

Berkat paduan warnanya yang seperti merak, dipadu bentuk kepalanya yang mirip ular, ikan tersebut dijuluki peacock snakehead. ’’Bisa dibilang, ini ikan penghias tank (akuarium, Red),’’ ujar Arum, sapaan akrab sang pemilik.

Agar warna pulchra semakin kentara, pemilihan substrat di dalam tank tak boleh asal-asalan. Direkomendasikan menggunakan substrat dengan warna terang seperti pasir bali dan pasir silika putih.

Sebab, hal itu akan berkaitan dengan adaptasi morfologi sang ikan. ’’Kalau pakai substrat gelap seperti pasir malang, nanti warna pulchra-nya jadi pucat,’’ jelas perempuan yang juga kreator konten itu.

Penggunaan lampu juga harus diperhatikan jika ingin memiliki pulchra dengan warna terang. Sebisa mungkin pasanglah lampu putih dengan watt tidak terlalu tinggi.

Peacock snakehead tidak betah berada di dalam air yang terlalu panas. Sebab, ikan itu berasal dari Myanmar dengan iklim subtropis. ’’Suhu habitat asalnya relatif dingin karena adanya aliran air dari Pegunungan Himalaya,’’ tuturnya.

Filter tank tak terlalu diperlukan bagi pulchra. Sebab, ia menyukai air yang tak bergelombang seperti di habitat alaminya. Pinggiran sungai Myanmar dengan arus tenang.

Pulchra juga dapat hidup di perairan dengan kadar oksigen rendah. Sebab, ia mampu mengambil oksigen dari udara.

Karena tergolong ikan jumper atau pelompat, diperlukan penutup pada tank agar ikan tersebut lebih aman. Kesalahan pemula biasanya tank tidak dikasih penutup, akhirnya mati.

’’Penutupnya jangan pakai kawat, bisa bikin bibir pulchra sobek, soalnya suka lompat. Lebih baik pakai kaca supaya cahaya bisa masuk,’’ ucap pengurus Komunitas Channa Surabaya itu.

Tergolong sebagai ikan gabus dwarfs atau mini, postur pulchra tak sebesar jenis maru, barca, atau amphibeus. Pertumbuhan maksimalnya hanya berkisar 30 sentimeter.

Namun, jangan meremehkan ikan mungil tersebut. Kegalakannya setara dengan Channa jenis lain. Saat sesuatu datang menghampiri, pulchra tak segan menyergap dengan agresif.

Channa pulchra berpostur relatif kecil, namun tetap memiliki sifat agresif seperti ikan predator lainnya. (PUGUH SUJATMIKO/JAWA POS)

Terlihat saat pakan jangkrik diberikan, Dilan langsung menyambar dengan cepat. Oh ya, pulchra juga bisa diberi makan cacing darah, cacing sutra, udang, ataupun pelet buatan.

Ikan itu tergolong tidak rewel soal makanan. Cukup diberi makan satu kali hingga kenyang, ia dapat berpuasa cukup lama. Hingga berbulan-bulan.

Terkadang, beberapa penghobi sengaja melakukan itu supaya sifat agresifnya keluar. ’’Kan serunya pelihara ikan predator itu pas lihat mereka makan. Bisa buat hiburan juga,’’ tandas perempuan 25 tahun tersebut.

Bagi pemula, sangat direkomendasikan untuk memelihara jenis pulchra. Berdasar pengalaman keepers, pulchra lebih mudah dipelihara daripada jenis lainnya.

Perlu diperhatikan, ketika pulchra berubah tidak agresif, tidak mau makan, atau siripnya menguncup, bisa jadi ia sedang sakit.

Arum menjelaskan, penyakit yang acap kali diderita adalah infeksi jamur. Untuk menangani hal tersebut, bisa diberi obat acriflavine dan dijemur tidak terlalu lama di bawah sinar matahari.

’’Yang susah itu kalau kena infeksi jamur kapas. Lama sembuhnya. Lebih baik dibawa ke dokter hewan,’’ tandasnya.

Kini Dilan sudah berukuran 14 sentimeter. Ia juga ikan pertama yang dipinang Arum. ’’Pernah ditawar Rp 800 ribu. Tapi, nggak dilepas soalnya (Dilan, Red) maskot di sini,’’ katanya.

Editor : Candra Kurnia

Reporter : dho/c12/cak

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads