alexametrics

Raflesia Mekar di Teluk Sumbang, BKSDA Turun Tangan Lakukan Penelitian

23 September 2019, 20:01:29 WIB

JawaPos.com – Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan penelitian terhadap temuan bunga raflesia yang tumbuh di hutan Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Bidukbiduk, Berau. Penelitian ini dilakukan bersama tim laboratorium Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam Samarinda. Para peneliti menduga bunga langka dari keluarga Flora Rafflesia SP itu merupakan spesies baru.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Kaltim Dheny Mardiono mengungkapkan, kabar temuan raflesia mengembang di hutan Teluk Sumbang itu sejak bulan lalu. Timnya bergegas untuk mencari bunga langka tersebut dan mengamankannya.

“Lokasinya cukup jauh. Kami ambil contoh dari kelopaknya dan dikirim ke Balai Penelitian dan Pengembangan di Samarinda. Masih diteliti jenisnya apa,” kata Dheny sebagaimana dikutip dari Prokal.co (Jawa Pos Group), Senin (23/9).

Dheny menerangkan, dua lokasi juga ditemukan calon bunga tanaman liana atau akar merambat. Sekilas, tanaman liana mirip akar bajakah. “Ada banyak calon bunga. Raflesia itu jadi bunga dan mekar. Masih di lokasi, waktu itu ada calon bunga atau masih kuncup bunga, panjangnya 11 cm. Belum mekar saja sudah 11 cm. Tapi, dua minggu lalu kami dikabari, kuncup bunga itu sudah mekar,” ujar Dheny.

Saat ini, mitra BKSDA terus melakukan penjagaan guna melindungi temuan bunga tersebut. Bahkan, juga sudah dipasang tanda peringatan, karena di hutan kerap dijadikan jalur perlintasan wisata hutan alam oleh turis mancanegara.

“Raflesia tumbuh berbunga diketahui yang kedua kalinya, dengan sangat baik. Di wilayah kerja kami se-Kaltim, belum ada laporan temuan serupa. Tapi di Kalteng atau Kalbar, pernah ada juga. Hampir mirip informasinya,” katanya.

Pihaknya juga mengaku sudah meneliti temuan raflesia di Kalteng. “Tapi temuan di hutan Teluk Sumbang ini, hasil laboratoriumnya belum didapatkan. Sama atau bukan, atau bisa jadi temuan spesies baru. Ada dua kemungkinan, sama atau tidak,” jelasnya.

Editor : Fadhil Al Birra



Close Ads