alexametrics

Purnawirawan Angkatan Laut Ubah Lahan Kosong Jadi Kebun

23 Mei 2022, 09:18:58 WIB

Bibit Tak Beli, Panen Dibagikan kepada Tetangga

Bercocok tanam menjadi kesibukan purnawirawan TNI Angkatan Laut Aditya Sudarsono saat ini. Lahan seluas 800 meter persegi diubahnya menjadi kebun buah dan umbi-umbian. Yang menarik, semua bibit tersebut tidak dibeli, tetapi berasal dari sisa makanan.

SAAT berkunjung ke lahan Dharmahusada Indah Utara II, Jawa Pos disambut aneka tanaman dalam polybag. Lahan itu tepat berada di depan rumahnya. Suasana rindang dan sejuk pun menyerbu saat berkeliling di area tersebut.

Setidaknya ada sekitar 15 tanaman yang ditanam pria 70 tahun itu. ”Awalnya, saya hanya tanam jambu biji biasa. Kemudian, saya sambung dengan jambu kristal dan berbuah,” ujarnya sambil menunjuk buah yang mulai ranum.

Setelah menunjukkan pohon jambu kristal, dia mulai memperkenalkan tanaman-tanaman lainnya seperti kedondong, juwet putih, serta mimba. Dengan jumlah tanaman yang terbilang banyak, Ditya –sapaan akrabnya– jarang sekali membeli bibit. Tanaman yang tumbuh di kebun ini merupakan hasil sisa-sisa makanan. ”Ya, gratisan sih dari sisa makanan sendiri. Jadi hemat dan memanfaatkan apa yang sudah ada. Kalau yang lain, kadang saya juga dikasih-kasih,” ungkapnya.

Tanaman yang mendominasi di lahan tersebut adalah singkong, pepaya, dan pisang. Menurut Ditya, tiga tanaman itu paling mudah ditanam dan gampang berbuah. Menanam singkong sangat mudah, tinggal memotong bagian bawah batangnya, lalu ditancapkan lagi. Untuk pepaya, bijinya yang ditanam. ”Buahnya dimakan dan bijinya ditanam,” terangnya.

Ada lebih dari lima varian pisang. ”Di sini ada banyak, mulai pisang Berlin, susu, kepok, raja, hingga pisang tanduk atau pisang agung,” paparnya.

Walau banyak sekali tanaman yang mudah ditanam, Ditya selalu suka tantangan. Dia berupaya menanam tanaman yang bisa dibilang sulit ditanam di daerah perkotaan seperti Surabaya. Salah satunya adalah kelengkeng yang berada di tengah fasum sebelah kiri rumahnya. Ditya sudah berusaha maksimal agar pohon tersebut berbuah. Namun, sampai saat ini usahanya belum berhasil. ”Ada beberapa hasil kebun ini yang dijual. Selebihnya dibagikan ke tetangga dan dikonsumsi pribadi,” ujarnya.

Menanam di daerah tengah kota jelas memiliki kesulitan tersendiri. Hal tersebut diakui jelas oleh Ditya. Salah satunya berkaitan dengan usia tanah. Menurut dia, usia tanah di perkotaan cukup tua. Agar penanaman bisa berhasil, diperlukan peremajaan. Salah satu cara ampuh yang selalu dilakukan Ditya adalah rutin menggemburkan tanah dengan pupuk kompos. ”Kesalahannya kan ingin instan dengan pupuk kimia, padahal dengan memanfaatkan daun-daun ini bisa jadi kompos,” ungkapnya sambil memungut beberapa helai daun di tanah.

(ROBERTUS RISKY/JAWA POS)

Selain itu, Ditya memberikan tips yang perlu diperhatikan jika ingin bercocok tanam. Yaitu, bibit yang masih kecil harus diletakkan di tempat yang sejuk dan mendapat cahaya matahari yang cukup. Tujuannya, memaksimalkan pertumbuhan tanaman. Kemudian, saat akan memindahkan tanaman dari media polybag ke tanah, harus diperhatikan jarak antar tanaman minimal 5–7 meter. ”Kalau terlalu mepet, nanti tidak bisa tumbuh besar,” jelasnya.

Setelah puas berkeliling di kebun bagian bawah, Ditya mengajak naik untuk melihat rooftop miliknya. Dengan luas yang tidak terlalu besar, ada banyak sekali tanaman di rooftop ini. Sebagian besar didominasi tanaman buah dalam pot (tabulampot) seperti terong, cabai, serta kaktus. ”Ada juga beberapa bibit rambutan dan alpukat,” ungkapnya sambil mengangkat polybag.

ISI WAKTU PENSIUN: Aditya menyiram dan merawat tanaman buah yang sukses berkembang di lahan seluas 800 meter persegi. Butuh penanganan ekstra untuk tanah agar tanaman bisa tumbuh. (ROBERTUS RISKY/JAWA POS)

Ke depannya, Ditya ingin bisa mengelola kebun dengan tanaman yang lebih bervariasi lagi di kampung halamannya, Pacet. Mulai tanaman buah-buahan seperti durian, rambutan, alpukat, dan petai hingga beberapa tanaman hias seperti anggrek. ”Ya, keinginan berkebun dan bikin semacam kedai ngopi sambil menunggu hari-hari tua di sana,” tandas Ditya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : eza/c14/ai

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads