alexametrics

Bonsai, Seni Bertanam Pohon yang Tak Lekang Waktu

22 November 2021, 10:15:35 WIB

Kuncinya Kejelian Merawat dan Suplai Cahaya Matahari

Keberadaan bonsai tidak tergerus tren tanaman hias di masa pandemi. Penampilannya indah, usianya pun bisa bertahan hingga puluhan tahun. Kuncinya, ketelitian dan keterampilan pemilik dalam merawat si miniatur pohon.

BONSAI adalah karya seni tiga dimensi yang menuntut perawatan teliti. Termasuk pada tahap awal. Seniman bonsai David Adji menjelaskan, calon pohon yang dipilih harus memiliki satu syarat mutlak. Yakni, merupakan tanaman berkayu. ”Jenis tanaman lokal seperti cemara udang atau sancang (dewandaru, Red), sekarang makin banyak dipakai. Jenis-jenis tadi kuat ketika dikawat dan dipangkas,” paparnya.

Pria yang menekuni seni bonsai sejak awal 1990-an itu menjelaskan, syarat tumbuh bonsai sama dengan pohon pada umumnya. Media tanam tak jauh berbeda. Jenis dan frekuensi pemupukannya pun sama. Layaknya pohon, bonsai juga tumbuh baik di luar ruangan yang mendapat sinar matahari dan penghawaan berlimpah. Di antara koleksinya, ada yang memang merupakan tanaman yang tahan di iklim tropis. Misalnya, hokkien tea (Carmona retusa), sancang (Eugenia uniflora), maupun cemara udang (Causarina equistefolia).

BONSAI HOKKINEN TEA (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)

Editor : Ilham Safutra

Reporter : fam/c13/ai




Close Ads